Animo Masyarakat Indonesia Berobat ke Johor Tinggi

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 13 Sep 2018 17:21 WIB
kesehatan
Animo Masyarakat Indonesia Berobat ke Johor Tinggi
Rumah Sakit Kumpulan Perobatan Johor (KJP), Malaysia. Medcom.id/Anwar Sadat Guna

Batam: Animo masyarakat Indonesia berobat dan mendapatkan tindakan medis di Johor, Malaysia, sangat tinggi. Sebanyak 13 ribu warga Indonesia berobat ke Malaysia selama 2017. Umumnya menderita kanker.

Manager Marketing Kumpulan Perobatan Johor (KPJ) Muh. Nur Bin Sarif mengatakan, kunjungan warga negara Indonesia termasuk yang paling banyak dari negara asing yang datang berobat ke Johor, Malaysia.

"Tiongkok, India, dan Indonesia adalah negara dengan warga paling banyak berobat ke KPJ, Malaysia. Dari target kami 180 ribu tahun lalu, sebanyak 13 ribu di antaranya berasal dari Indonesia," ujar Nur, saat menerima kunjungan rombongan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) se-Indonesia di KPJ, Malaysia, Kamis, 13 September 2018.

KPJ didirikan sejak tahun 1980. Seiring perkembangannya, rumah sakit tertua di Johor ini memiliki peralatan dan fasilitas yang memadai. KPJ juga memiliki puluhan dokter serta ratusan tenaga medis yang ahli di bidangnya.

"Rumah sakit kami adalah rumah sakit spesialis. Berbagai jenis penyakit dapat diperiksa dan ditangani di sini. Keunggulan kami adalah penanganan penyakit jantung, kanker, dan program bayi tabung," ujar Nur.

Dia menuturkan, sejak awal tahun hingga bulan September 2018, terjadi peningkatan jumlah warga Indonesia yang berobat ke Johor. "Ada peningkatan sebesar 16 persen dibandingkan periode sama tahun lalu," tuturnya.

Pasien asal Indonesia yang datang berobat ke KPJ umumnya mengidap kanker. Setelah itu penyakit jantung. "Kalau program bayi tabung sangat sedikit," jelasnya.

Dia mengatakan, KPJ memberikan kemudahan bagi warga Indonesia yang datang berobat ke Johor. Kemudahan itu, di antaranya antar jemput di Pelabuhan Stulang Laut, Johor, ke rumah sakit KPJ Malaysia.

"Rumah sakit kami juga memberikan diskon bagi pasien Indonesia, yakni diskon 10 persen untuk rawat inap dan 5 persen untuk rawat jalan. Diskon yang kami berikan sebesar 15 persen," pungkas Nur.


(SUR)