Usai Kerusuhan, Ratusan Personel TNI-Polri Bersiaga di Tapsel

Farida Noris    •    Selasa, 20 Sep 2016 17:28 WIB
kerusuhan
Usai Kerusuhan, Ratusan Personel TNI-Polri Bersiaga di Tapsel
Ilustrasi-- Patroli keamanan (Foto: Ant/Rudi Mulya)

Metrotvnews.com, Medan: Sebanyak 630 personel TNI dan Polri berjaga-jaga di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pengamanan dilakukan guna mengantisipasi kerusuhan susulan di lokasi itu. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting mengatakan, ratusan petugas yang dilibatkan yakni anggota Polres Tapanuli Selatan, Polres Mandailing Natal, Polres Kota Padang Sidempuan, serta Brimob Detasemen C Maragordong Sipirok dan Kodim 0212/TS.

"Penjagaan dilakukan tepatnya di Desa Aek Badak Julu, Desa Aek Badak Jae, dan Desa Huta Pardomuan, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama masing-masing desa. Kondisi di sana sudah aman," kata Komisaris Besar Rina Sari Ginting, Selasa (20/9/2016).

Seluruh personel pengamanan bermalam di lokasi dengan membangun tenda. Seluruh personel di bawah koordinasi Kepala Polres Tapanuli Selatan dan Kepala Polres Mandailing Natal. 

"Tokoh masyarakat dan tokoh agama juga dikumpulkan untuk bersama-sama melakukan pencegahan agar tidak terjadi bentrok susulan. Kita imbau masyarakat untuk tidak memprovokasi berbau SARA dan masyarakat juga jangan mudah terpancing dengan provokasi melalui media sosial," ujar dia.

Kerusuhan terjadi di Desa Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin malam 19 September. Kerusuhan itu diduga akibat provokasi di media sosial yang disikapi warga Desa Sihepeng Tolu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Akibatnya, empat orang terluka dua di antaranya luka tembak. Selain itu, kerusuhan juga mengakibatkan empat rumah milik warga rusak.


(TTD)