Tembak di Tempat Bagi Pelaku Kejahatan di Laut Kepri

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 19 Sep 2016 17:02 WIB
penyelundupan
Tembak di Tempat Bagi Pelaku Kejahatan di Laut Kepri
Anggota Lantamal IV menangkap KM Mulia Abadi yang membawa 90 ton beras asal Singapura. Foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV, Laksamana Pertama S. Irawan, mengeluarkan peringatan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan di laut, khususnya di Laut Kepri. Ia meminta para pelaku menghentikan semua aktivitas jahatnya bila tak ingin jadi sasaran tembak.

Irawan mengaku sudah tahu modus atau permainan pelaku kejahatan di Laut Kepri. "Makanya, kami tegaskan agar jangan sampai ada kejahatan. Kalau diabaikan, kami tak segan menembak," kata Irawan usai menangkap KM Mulia Abadi, di dermaga Lanal Batam, Senin (19/9/2016).

Sebulan terakhir, tim Western Fleet Quick Response (WFQR IV) yang merupakan bagian dari TNI AL di Kepri menangkap sejumlah kapal dan kru yang melakukan kejahatan penyelundupan minyak, penangkapan ikan ilegal, penyelundupan beras, penyelundupan kayu, penyelundupan manusia, dan kasus besar yang menjadi perhatian internasional, yakni penangkapan Kapal Vier Harmoni yang membawa 900 ton solar. 

TNI AL juga menangkap dua kapal yang bertransaksi BBM ilegal di Perairan Dabo Singkep. "Dan yang terbaru, kemarin kami menangkap KM Mulia Abadi yang mencoba menyelundupkan 90 ton beras asal Singapura masuk ke Batam," ujarnya. 

Kapal yang dinakhodai Idris itu tak bisa menunjukkan dokumen kapal maupun manifes barang. Tak hanya beras, kapal itu juga membawa puluhan ton gula impor. 

Kapal itu sudah digiring ke dermaga Lanal Batam untuk diperiksa lebih lanjut. "Akan diproses di Lanal Batam," ujar Irawan.



(UWA)