Polda Selidiki Dugaan Pencucian Uang di Rutan Pekanbaru

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 19 Jul 2017 19:03 WIB
pungutan liar
Polda Selidiki Dugaan Pencucian Uang di Rutan Pekanbaru
Ilustrasi pungutan liar, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Polda Riau melengkapi berkas perkara tiga tersangka kasus pungutan liar (pungli) di Rutan Klas II B Pekanbaru. Penyidik juga mendalami kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus tersebut.

"Berkas perkara tiga tersangka kasus pungli di Rutan Klas II B Pekanbaru sudah P-19. Kami tinggal melengkapi berkas tersebut sesuai arahan dan petunjuk jaksa," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Metrotvnews.com, Rabu 19 Juli 2017.

Ketiga tersangka adalah sipir Rutan Klas II B Pekanbaru. Mereka adalah; KR, RR, dan AR. Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya bukti transfer terkait pungutan liar.

Hasil pemeriksaan terhadap para saksi, sambung Guntur, pungli yang dilakukan para tersangka sudah berlangsung lama. Jumlah pungli bervariasi, mulai Rp20 ribu sampai Rp50 ribu. 

"Misalnya, jika tahanan ingin mendapatkan tambahan waktu jam besuk, dipungut biaya Rp20 ribu-Rp50 ribu per jam," paparnya. Atas keterangan saksi tersebut, tambah Guntur, penyidik melakukan pengembangan untuk memgungkap kasus TPPU dalam perkara pungli tersebut.

"Jika perbuatan (pungli) tersebut dilakukan lebih dari satu tahun, bisa dibayangkan berapa besar uang yang dipungut para tersangka di dalam rutan?" ujarnya. 

Ia menuturkan, saat ini penyidik sedang melakukan pemberkasan untuk kasus TPPU yang diduga dilakukan ketiga tersangka. 

"Masih dalam pemberkasan. Kami akan rampungkan dulu kasus punglinya supaya bisa segera P-21 (lengkap) dan tersangka segera dilimpahkan ke kejaksaan," pungkasnya. 


(RRN)