Pelepasan Leony Menandai Dibukanya Pusat Rehabilitasi Harimau

   •    Sabtu, 29 Jul 2017 23:47 WIB
harimau sumatra
Pelepasan Leony Menandai Dibukanya Pusat Rehabilitasi Harimau
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meresmikan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya, Sabtu 29 Juli 2017. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Palembang: Harimau bernama Leony, 7, menandai dibukanya Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya, Sumatera Selatan. Leony dilepas dari kandang berukuran 54 meter persegi ke kandang rehabilitasi yang lebih luas, yakni berukuran 2.500 meter persegi.

"Dengan program rehabilitasi ini, Leony mendapatkan kesempatan kembali ke alam liar," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dalam keterangan tertulis, Sabtu 29 Juli 2017.

Leony merupakan hasil sitaan dari kepemilikan ilegal. Sebelumnya, Leony dititipkan di pusat transit satwa Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI), di Gadog, Jawa Barat. Leony dirawat di sana sejak Februari 2010 dan baru dipindahkan hari ini ke Pusat Rehabilitasi Dharmasraya. Pemindahan ini juga bertepatan dengan Hari Harimau Global. "Semoga Leony bisa segera dilepasliarkan."

Pusat Rehabilitasi Dharmasraya digagas PT Tidar Kerinci Agung (TKA). Perusahaan menyiapkan lahan 10 hektare untuk merehabilitasi harimau Sumatera. Siti yakin keberadaan pusat rehabilitasi ini akan meningkatkan populasi harimau Sumatera yang saat ini tercatat hanya 600 ekor. "Mari kita lestarikan alam kita, mari kita lestarikan satwa-satwa kita," kata Siti.

PT TKA membuat Pusat Rehabilitasi Dharmasraya sebagai mandat dari UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Direktur Utama PT TKA Hashim Djojohadikusumo menargetkan pusat rehabilitasi bisa menambah populasi harimau Sumatera.

"Langkah pertama dari pendirian pusat rehabilitasi ini adalah melestarikan harimau Sumatera. Selanjutnya, kami berupaya menambah jumlahnya," kata Hashim.

Saat ini Pusat Rehabilitasi Dharmasraya baru memiliki dua kandang berukuran masing-masing 50x50 meter persegi dilengkapi dengan satu kandang jepit berukuran 1,5x3 meter persegi dan dua kandang perawatan berukuran 9x6 meter persegi. Di tahap selanjutnya akan dibangun kandang rehabilitasi seluas satu hektare.

Jika program rehabilitasi ini sukses, PT TKA akan membangun suaka alam di sejumlah daerah, khususnya di Sumatera Barat. Suaka alam bertujuan untuk melindungi flora dan fauna. 


(UWA)