Oknum Polisi Tembak Satu Mobil di Lubuk Linggau

Alwi Alim    •    Rabu, 19 Apr 2017 02:23 WIB
penembakan di lubuklinggau
Oknum Polisi Tembak Satu Mobil di Lubuk Linggau
ilustrasi penembakan. MI/Amir MR.

Metrotvnews.com, Lubuk Linggau: Sebuah mobil yang berisi satu keluarga asal Rejang Lebong bernasib nahas di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Mobil yang berisi enam orang itu ditembak oleh oknum polisi.

Mobil milik Dewi Erlina, 40, warga Desa Blitar Muka, Sindang Kelingi, Rejang Lebong ini hendak menghadiri acara keluarga. Namun, nahas menimpa saat salah satu oknum polisi melepaskan tembakan ke arah mobilnya pada Selasa, 18 April 2017, sekitar pukul 11.30 WIB.

Penembakan ini berujung duka. Dewi harus kehilangan ibu kandungnya, Surini, 54, yang tewas di tempat tertembus timah panas yang menghantam mobil. Penumpang lain mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Sobirin, Lubuk Linggau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat jajaran Polres Lubuk Linggau dan Polsek Timur I Kota Lubuk Linggau menggelar razia cipta kondisi. Pada pertigaan Jalan Fatmawati, Lubuk Linggau Timur I atau Jalan Lingkar melintas sebuah sedan dengan nomor polisi BG 1488 ON dari arah Mesat Seni menuju Bandara Silampari.

Petugas pun mencoba memberhentikan mobil tersebut. Namun, pengemudi enggan menurut dan mencoba menabrak anggota yang tengah razia. Melihat gelagat aneh, beberapa anggota polisi mencoba mengejar mobil tersebut. Tiba di Jalan SMB II, Margamulya, oknum polisi yang melakukan pengejaran melepaskan tembakan sebanyak 10 kali.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Martoyo membenarkan kejadian itu. Agung mengatakan, polisi sempat memberikan tembakan peringatan untuk memberhentikan mobil.

“Ada satu mobil, ketika hendak dihentikan tidak mau stop dan hampir menabrak tiga petugas kepolisian dan masyarakat. Sempat dikejar dan diberikan tembakan peringatan, namun tidak digubris,” singkatnya

Mobil sedan milik Dewi Erlina itu membawa enam orang, di antaranya, Surini sang ibunda, Novianti, 30; Indra, 33; Genta, 2; dan Diki, 30. Akibat penembakan itu, Surini meninggal dunia setelah tertembus timah panas sebanyak tiga buah di bagian dada. Seorang penumpang juga dikabarkan dalam kondisi kritis.


(DRI)