6 Oknum Polantas di Sumut Terlibat Pungli

Budi Warsito    •    Sabtu, 15 Oct 2016 12:04 WIB
pungli
6 Oknum Polantas di Sumut Terlibat Pungli
Polisi mengawasi peserta ujian praktek Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Jumat (14/10/2016). Foto: Antara/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Medan: Enam oknum polisi lalu lintas di Satuan Lalu Lintas di Sumatera Utara ditangkap Propam Polda Sumut karena diduga terlibat pungutan liar (pungli). Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan keenam oknum tersebut saat ini sedang diperiksa.

"Keenam itu diduga melakukan pungli di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Ada juga di daerah lain. Mereka diamankan kemarin," kata Rina, Sabtu (15/10/2016). 

Modus enam oknum polisi yang bertugas di Karo dan Pakpak Bharat itu adalah meminta sejumlah uang ke sopir yang melintas di jalan dan pos polisi.

"Untuk sanksi bergantung hasil pemeriksaan, bisa sanksi disiplin atau kode etik. Keenam oknum polisi itu masih diperiksa tim Propam Polda Sumut," kata dia.

Polda Sumut meminta masyarakat aktif menginformasikan bila terjadi pungli. "Tak hanya melakukan pembersihan pungli yang ada di luar, kita juga membersihkan pungli yang ada di tubuh Polri (Polda Sumut). Kita mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan uang ke personel polisi," tuturnya.

Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan akan mereformasi pelayanan publik untuk bisa memberikan pelayanan tanpa pungli. "Kalau mau nyapu, sapunya harus bersih," ujarnya.

Maraknya persoalan pungutan liar dan keberadaan calo mencuat usai tertangkapnya pegawai Kementerian Perhubungan yang tengah meminta pungutan ke pengguna jasa pada Selasa 11 Oktober. Presiden Joko Widodo sampai turun untuk memantau aksi tangkap tangan yang dilakukan polisi itu. 

Beberapa jam sebelum aksi itu, di Istana Negara, Jokowi sudah meminta jajarannya menggencarkan operasi pemberantasan pungutan liar (OPP). OPP merupakan bagian dari paket kebijakan hukum untuk memperbaiki pelayanan terhadap masyarakat.




(UWA)