JK Dianugerahi Gelar Adat Melayu Sri Perdana Mahkota Negara

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 20 Nov 2017 11:49 WIB
jusuf kalla
JK Dianugerahi Gelar Adat Melayu Sri Perdana Mahkota Negara
Upacara pemberian gelar adat melayu ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Metrotvnews.com / Anwar Sadat Guna

Batam: Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepri menganugerahkan gelar Sri Perdana Mahkota Negara kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Selain itu, gelar Sri Puan juga diberikan kepada Mufidah Jusuf Kalla.

Upacara pemberian gelar dilaksanakan di Gedung Agung, Daik, Kabupaten Lingga, Minggu 19 November 2017. Pemberian gelar ini ditandai dengan pemasangan tanjak, salempang, dan keris oleh Ketua LAM Provinsi Kepri H Abdul Razak. Acara ini juga disaksikan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Bupati Lingga Alias Wello.

Ketua LAM Kepri Abdul Razak mengatakan, gelar ini diberikan untuk memuliakan jabatan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden RI. Pemberian gelar Sri Perdana Mahkota Negara dimaksudkan agar si penerima gelar mendapat kehormatan dan mendatangkan keberuntungan kepada penerima gelar.

"Secara langsung akan membawa kehormatan dan keberuntungan untuk masyarakat Indonesia pada umumnya dan Kepri khususnya," ujar Razak.

Razak menyebut gelar ini belum pernah diberikan kepada siapapun. Sebelum memutuskan memberikan gelar kepada JK, telah dilakukan pembahasan yang mendalam oleh LAM Kepri dan LAM kabupaten/kota di Kepri, serta tokoh masyarakat.

Pemberian gelar adat Melayu kepada Jusuf Kalla dilakukan dalam kunjungannya di Kabupaten Lingga untuk membuka Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa (PPTMA) tahun 2017. Jusuf Kalla berterima kasih atas gelar kehormatan itu.

Dia akan melaksanakan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Menurut JK, bangsa ini sangat menghormati adat istiadat, sejarah, serta perbedaan dalam negeri. Adat Melayu walaupun bukan suku terbesar di Indonesia, tetapi selalu menjadi bagian yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena sampai saat ini yang menjadi salah satu pemersatu bangsa ini adalah bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu,” kata JK usai mendapat anugerah itu.

JK juga mengatakan, Melayu dan Bugis telah mempunyai hubungan yang baik. Orang Melayu datang ke Bugis dan membuat Kampung Melayu. Begitu pun orang Bugis juga datang ke negeri Melayu untuk berjuang mempertahankan kerajaan Melayu dari serangan penjajah.

“Hubungan ini adalah hubungan saudara yang tidak dapat dipisahkan,” kata JK yang memiliki darah Bugis.


(SUR)