Awak Kapal Asing di Kepri Dapat Hadiah Peringatan HUT RI

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 18 Aug 2018 13:21 WIB
hut ri
Awak Kapal Asing di Kepri Dapat Hadiah Peringatan HUT RI
Petugas imigrasi memeriksa dokumen awak kapal asing di perairan Kepri, Medcom.id - AnwarSadat Guna

Batam: Petugas memeriksa puluhan awak buah kapal (ABK) asing yang masuk ke perairan Kepulauan Riau (Kepri). Petugas juga memberikan bingkisan pada ABK bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 RI.

"Begitu menerima bingkisan, ABK di kedua kapal mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang, Batam, Washono, Jumat, 17 Agustus 2018.

Washono mengatakan petugas menggelar patroli rutin di perairan Kepri. Petugas mengecek dua kapal asing yang masuk ke wilayah Kepri.

Petugas mengecek 18 ABK di Kapal MV Senna, kapal tanker yang mengangkut elpiji. Petugas tak menemukan pelanggaran dokumen pada ABK.

Patroli kemudian dilanjutkan dengan mendatangi kapal lainnya yang berada di sekitar perairan Pulau Nipah, Batam. Pulau ini berbatasan langsung dengan Singapura. Kapal yang jadi target operasi kali ini yakni MV Aquarine Progres. Di sini, petugas imigrasi memeriksa dokumen keimigrasian 26 kru atau ABK kapal. 

Petugas imigrasi meminta nakhoda dan ABK menunjukkan dokumen mereka untuk diperiksa. Enam personel Imigrasi dikerahkan untuk memeriksa dokumen tersebut. "Kami juga memeriksa izin masuk, prosedur masuk, maupun penggunaan izin tinggalnya di Batam," ungkap Washono. 

Di atas kapal jenis tanker gas atau LPG ini, petugas Imigrasi juga tidak menemukan adanya pelanggaran dokumen keimigrasian, termasuk izin dan prosedur masuk ke wilayah NKRI. "Sudah kami periksa dan semuanya lengkap," tegas Washono. 

Dia menegaskan bahwa sudah menjadi tugas dan tanggungjawab petugas Imigrasi memeriksa dokumen warga negara asing (WNA) yang masuk wilayah Indonesia. Wilayah perairan Pulau Nipah menjadi lokasi patroli karena pulau ini berbatasan dengan Singapura. 

"Sebagai wilayah yang berbatasan dengan negara lain, sangat rawan 
sekali terjadi penyalahgunaan keimigrasian. Orang (WNA) bisa masuk secara ilegal atau izin masuk dan visanya ilegal. Nah, ini tugas kami untuk mengawasi hal itu agar jangan sampai mereka masuk secara ilegal ke Indonesia," ungkap Washono. 

Terlebih lagi, bertepatan dengan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, petugas Imigrasi ingin memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan para ABK yang masuk di wilayah perairan Indonesia.      
  
"Sebagai sebuah negara yang merdeka, wilayah kita harus dijaga dari upaya warga negara asing yang ingin masuk secara ilegal. Harus ada penjagaan dan pengamanan dari petugas Imigrasi," jelasnya.    


(RRN)