Polri Selidiki Proyektil Teror di Lapas Pekanbaru

Antara    •    Senin, 09 Jul 2018 20:34 WIB
penembakan
Polri Selidiki Proyektil Teror di Lapas Pekanbaru
ilustrasi Medcom.id

Pekanbaru: Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan Sumatera Utara tengah menyelidiki proyektil dan selongsong peluru bekas tembakan diduga untuk meneror di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Provinsi Riau.

Kepala Polresta Pekanbaru Kombes Susanto, menjelaskan, proyektil tersebut telah dikirim ke Labfor Medan hari ini. 

"Nantinya hasil penelitian tersebut akan mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku menembak gedung lapas," katanya pula.

Baca: Motif Penembakan Lapas Pekanbaru Diselidiki

Sementara, diduga kuat bahwa peluru yang digunakan dalam insiden teror penembakan Lapas Pekanbaru tersebut berasal dari senjata api laras panjang. Dia mengatakan peluru itu memiliki spesifikasi kaliber 5,56 milimeter atau standar untuk senjata api laras panjang. Namun, polisi harus melakukan identifikasi lebih jauh terutama untuk mengetahui apakah senjata yang digunakan organik atau rakitan.

"Intinya kami terus berupaya mengungkap kasus ini sejelasnya sampai ditemukan pelaku," ujarnya.

Polresta Pekanbaru bersama dengan Direktorat Kriminal Umum Polda Riau membentuk tim khusus teror penembakan Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Tim khusus itu berisi gabungan dengan Intel, Provost, Reserse dan dibantu oleh Ditkrimum Polda Riau.

Dia menjelaskan tim khsusus tersebut dibentuk sesuai dengan arahan Mabes Polri. Tim khusus itu mulai bekerja hari ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Lapas Pekanbaru.

Lapas Kelas IIA Gobah, Kota Pekanbaru diberondong lima tembakan oleh orang tidak dikenal pada Minggu 8 Juli dini hari kemarin. Insiden penembakan tersebut terjadi dua kali.

Pertama terjadi pada pukul 03.30 WIB dini hari, sementara penembakan kedua terjadi pada pukul 04.00 WIB atau selang setengah jam kemudian. Tidak ada korban jiwa insiden teror tersebut.

Tembakan pertama terjadi pukul setengah empat pagi. Ada tembakan sekali. Setengah jam berikutnya ada empat tembakan beruntun. Hingga kini belum diketahui motif aksi tersebut.


(ALB)