Kementerian BUMN Anggarkan Dana CSR Rp3 Triliun per Tahun

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 11 Apr 2018 18:24 WIB
kementerian bumn
Kementerian BUMN Anggarkan Dana CSR Rp3 Triliun per Tahun
Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menpan-RB Asman Abnur berfoto bersama siswa SDN 07, Nongsa, Kota Batam di sela kunjungannya ke lokasi Program Padat Karya Tunai 2018 di Kampung Panau, Kel Kabil, Nongsa, Kota Batam, Rabu, 11 April 2018

Batam: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp2,5 triliun-Rp3 triliun per tahun. Total seluruh dana CSR tersebut dianggarkan untuk kegiatan program kemitraan, bina lingkungan, beasiswa, dan kegiatan sosial lainnya.

"Estimasi kami, secara total dana CSR Kementerian BUMN mencapai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun. Dana tersebut ditujukan untuk program kemitraan, bina lingkungan, beasiswa, dan dana CSR itu sendiri," kata Menteri BUMN Rini Soemarno saat menghadiri semenisasi Program Padat Karya Tunai 2018, di Kampung Panau, Kelurahan Kabil, Nongsa, Kota Batam, Rabu, 11 April 2018. 

Rini mengatakan, untuk 2018, dana CSR telah dialokasikan untuk melaksanakan sejumlah kegiatan di berbagai wilayah di Indonesia. Satu di antaranya Program Padat Karya Tunai 2018 di Kampung Panau, Kabil, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

Di wilayah ini, empat BUMN di bawah naungan Kementerian BUMN yakni Pelindo I (Persero), Sucofindo, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan Persero Batam menjalankan Program Padat Karya Tunai 2018. 

"Kegiatan yang dikoordinir Pelindo I (Persero) ini fokus membangun drainase sepanjang 350 meter dan bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) sebanyak empat unit di wilayah ini," ujarnya. 

Rini mengatakan, Kampung Panau dipilih karena kampung ini sering banjir dan tidak memiliki drainase untuk mengalirkan air ke laut. Kampung ini berada di wilayah pesisir di kawasan Kabil, Nongsa, Kota Batam. 

"Program Padat Karya Tunai 2018 ini melibatkan masyarakat setempat. Mereka yang terjun langsung mengerjakan program ini dan seluruh material bangunan telah disiapkan oleh Kementerian BUMN," kata Rini. 

Pembangunan empat unit MCK di wilayah ini, sambung Rini, juga dimaksudkan untuk mengajak masyarakat hidup bersih. "Total anggaran CSR yang kami alokasikan untuk pembangunan empat MCK dan drainase sepanjang 350 meter ini mencapai Rp1 miliar," ujar Rini. 

Rini menuturkan, selain membangun drainase atau saluran air dan empat unit MCK, Kementerian BUMN melalui Telkom juga akan membangun Pustaka Digital di wilayah tersebut. Telkom, menurut Rini, akan memberikan fasilitas komputer dan jaringan internet di kampung ini. 

"Tujuannya agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasannya akan berbagai informasi bermanfaat, dan dapat mengoperasikan komputer dengan baik," beber Rini. 

Direktur Utama PT Pelindo I (Persero) Bambang Eka Cahyana menambahkan, Program Padat Karya 2018 dengan melibatkan masyarakat setempat menujukkan bahwa BUMN bersinergi untuk hadir mendukung program pemerintah guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

"Kami berharap dengan sumbangsih yang bersumber dari sinergi BUMN ini dapat menunjukkan bahwa pemerintah selalu hadir dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Bambang. 

Selain itu, guna meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, PT Pelindo I (Persero) juga membagikan beasiswa kepada 50 siswa berprestasi mulai tingkat SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi di wilayah Kepri.     

"Wilayah-wilayah tersebut, yakni Batam, Tanjungpinang, dan Tanjungbalai Karimun. Total beasiswa yang diberikan mencapai Rp73,5 juta," pungkas Bambang. 

Turut menyaksikan langsung pelaksanaan Program Padat Karya Tunai 2018 ini, antara lain Menpan-RB Asman Abnur, Jaksa Agung HM Prasetyo, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Wali Kota Batam HM Rudi, dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki. 



(ALB)