150 Ribu Bibit Kopi untuk Petani Sumatera

Juven Martua Sitompul    •    Minggu, 10 Jun 2018 14:16 WIB
kopi
150 Ribu Bibit Kopi untuk Petani Sumatera
Aktivitas di kebun kopi/Medcom.id/Juven

Medan: Petani Sumatera mendapat sumbangan 150 ribu bibit kopi. Sumbangan dengan total Rp400 juta itu merupakan bagian kampanye 'Art in c Cup' Starbucks yang digelar Maret-April 2018.

Kampanye 'Art in a cup' bertujuan menyisihkan penghasilan dari 10 cangkir kopi yang terjual menjadi 1 bibit pohon kopi. "Membantu para petani kopi hanya permulaan saja. Tetapi kami percaya peran serta masyarakat dan petani kopi memungkinkan keberhasilan tumbuhnya kopi tersebut," kata Direktur Starbucks Indonesia Anthony Cottan, Sabtu, 9 Juni 2018.

Starbucks tak hanya memberi benih kopi. Tahun lalu, mereka merenovasi sekilah di salah satu desa di Sumatera. Anthony berharap donasi kampanye tahun ini bisa membantu warga Sumatera khususnya para petani kopi.

"Sumatera telah menjadi sumber biji kopi bagi Starbucks selama lebih dari 40 tahun. Kami sangat mengapresiasi mereka yang terlibat dalam perjalanan ini," kata Anthony.

Upaya Starbucks memajukan pertanian kopi di Sumatera juga dilakukan melalui Starbucks Farmers Support Center (FSC) Indonesia. Petani lokal mendapat pembelajaran tentang merawat pohon kopi yang baik atau temuan terbaru dari ahli agronomi.

"FSC menyediakan berbagai sumber daya dan keahlian yang dapat meningkatkan kualitas kopi melalui praktik C.A.F.E," kata Kepala Agronomis dari Pusat Dukungan Peternak Starbucks Surip Mawardi.

"Hasil panen yang baik akan memengaruhi profitabilitas, oleh karena itu kami selalu berusaha memastikan masa depan kopi berkualitas tinggi untuk semua orang," jelas Mawardi.

Kepala Desa Suka Mbanyak, Sembiring, sebagai salah satu penerima benih menyatakan program tersebut banyak membantu komunitas petani di daerahnya.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kesinambungan partisipasi aktif mereka dalam membuat dampak bagi desa kami dan standar kehidupan, mereka tidak hanya peduli dengan petani kopi, tetapi mereka juga peduli dengan kesejahteraan masyarakat sekitar masyarakat," beber Simbiring.


(OJE)