Ini Kondisi Albert S. Pandiangan Usai Penyerangan

Puji Santoso    •    Minggu, 28 Aug 2016 16:51 WIB
bom bunuh diri
Ini Kondisi Albert S. Pandiangan Usai Penyerangan
Albert S. Pandingan (paling kanan) ketika memberikan keterangan di rumahnya di Medan, Sumatera Utara. Foto: MI/Puji Santoso

Metrotvnews.com, Medan: Belasan sanak keluarga masih silih berganti mendatangi rumah milik pemuka agama Albert S. Pandiangan, di Jalan Hayam Wuruk Medan, Sumatera Utara, hingga Minggu sore 28 Agustus 2016. 

Mereka mencoba menghibur Albert yang menjadi korban percobaan pembunuhan IAH, 17, saat berkhotbah di rumah ibadah Santo Yosef, di Jalan Dr. Mansur, Kecamatan Medan Selayang, pagi tadi.

Albert masih terlihat pucat dan terkejut. "Banyak jemaat yang berusaha menghibur Albert. Tapi, ya, keluarga terdekatlah yang bisa secara psikologis menghiburnya dari kondisi shock itu. Apalagi pastor itu baru saja operasi diabetes di kakinya," ujar Pangihutan Rumapea, salah satu kerabat Albert, kepada Media Indonesia, ditemui di kediaman Albert.

Seusai peristiwa itu, Albert terlihat masih dapat menerima para tamu maupun keluarga terdekatnya. Meskipun lengan kirinya masih terluka akibat ditikam pelaku, Albert masih bisa menjawab pertanyaan Media Indonesia dan satu media lain di kantor pastoral keuskupan agung Medan yang juga menjadi kediamannya sehari-hari.

"Saya masih shock. Dia (pelaku) mencoba membunuh saya. Saya tidak tahu apa kesalahan saya," kata Albert.


Albert S. Pandiangan sesaat setelah penyerangan. Foto: Istimewa

Sebelum pelaku melukainya, Albert mengaku sejak awal ada salah seorang anak muda yang berdiri dari barisan jemaat gereja datang dengan membawa tas ransel yang diduga bom. Tapi, setelah pelaku mendekati dan mencoba melukainya, Albert langsung melompat di sela-sela membacakan alkitab di hadapan para jemaat.

Wali Kota Medan Zulmi Eldin yang menjenguknya beberapa saat kemudian, juga berusaha memberikan semangat kepada Albert dan keluarga besarnya.

"Percayalah, saat ini situasi sudah kondusif. Kita serahkan masalah ini kepada aparat kepolisian. Kita jangan mau diadu domba dan dipecah belah," kata Eldin kepada Albert.

Komandan Kodim Medan, Kolonel Inf. Maulana Ridwan, yang mendampingi Zulmi Eldin, dalam kesempatan yang sama, juga mengharapkan jemaat tidak mudah terprovokasi dengan kejadian ini.

"Saya tidak akan mencampuri penanganan masalah ini. Biarkan aparat kepolisian menanganinya. Silakan bapak-bapak jemaat membantu polisi untuk selalu bersedia dimintai keterangan agar kasus ini dapat diusut tuntas," kata Ridwan. 

Pelaku IAH berupaya meledakkan bom di rumah ibadah Santo Yosep, Minggu pagi, 28 Agustus. Tak hanya itu, dia juga menyerang pemuka agama Albert S. Pandingan saat akan berkhotbah di depan mimbar. IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur setelah salah satu bom rakitan yang digendongnya meletup.

Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, umat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku.


(UWA)