80 Persen Penyelundupan Narkotika di Indonesia Gunakan Jalur Laut

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 06 Oct 2017 19:08 WIB
narkoba
80 Persen Penyelundupan Narkotika di Indonesia Gunakan Jalur Laut
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari saat menjelaskan penangkapan tersangka sindikat narkoba internasional di Mapolda Riau, Jumat 6 Oktober 2017

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Jalur laut masih menjadi pilihan utama sindikat narkoba internasional memasukkan narkotika ke Indonesia. Jalur ini menjadi pilihan karena banyak pintu masuk yang digunakan para sindikat, terutama wilayah di sepanjang jalur laut Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau (Kepri).

"Dari berbagai kasus penyelundupan narkoba di Tanah Air, sekira 80 persen menggunakan jalur laut. Jalur laut jadi pilihan karena banyaknya pintu masuk. Wilayah Sumatera dan Kepri termasuk daerah rawan penyelundupan narkoba," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Jumat, 6 Oktober 2017.

Arman menjelaskan, jalur laut yang umumnya digunakan untuk melakukan transaksi adalah perairan Selat Malaka. Kapal kurir narkoba dari Malaysia, kata Arman akan menuju pada satu titik koordinat tertentu dan kapal kurir dari Indonesia juga menuju koordinat yang sama. 

"Di titik pertemuan itulah transaksi narkotika internasional dilakukan. Setelah barang diterima, kurir dan sindikat dalam negeri kemudian membawa barang haram itu masuk ke wilayah kita," jelasnya. 

Untuk menutup ruang gerak para kurir dan sindikat, sambung Arman, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian daerah setemlat, termasuk dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP). 

"Bahkan BNN turun langsung ke daerah untuk bersama mengungkap kasus penyelundupan narkotika tersebut," kata Arman. 

Mantan Kapolda Kepri ini menambahkan, BNN telah melayangkan protes ke otoritas Malaysia karena maraknya narkotika asal negeri Jiran itu masuk ke Indonesia. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan yang memuaskan dari otoritas setempat.

"Ada kemungkinan aparat kepolisian di negara tersebut kurang kompeten dalam mengungkap kasus narkoba," tegas Arman. Selain dengan kepolisian daerah dan BNNP, BNN juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk memberantas penyelundupan narkoba melalui jalur laut. 

"Di Sumatera ini, Pekanbaru menjadi salah satu pintu masuk narkotika yang dibawa sindikat internasional. Selain Riau, Kepri juga termasuk karena merupakan wilayah kepulauan," paparnya. 

Terkait dengan kasus sindikat narkoba internasional yang diungkap di Pekanbaru, Provinsi Riau, BNN akan membawa tersangka Zaini beserta barang bukti narkotika ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang menyatakan siap membantu jajaran BNN mengungkap kasus perdagangan gelap narkoba di Pekanbaru. Termasuk menelusuri pemesan narkoba yang dibawa tersangka Jafar dan Zaini dari Medan.

"Kami akan berkoordinasi dengan BNN untuk mengungkap kasus ini. Apalagi kita tahu, Riau ini menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba di Sumatera," pungkasnya.


(ALB)