Mahasiswi Ini Diperas Setelah Kirim Foto Polos di Facebook

Farida Noris    •    Rabu, 09 Nov 2016 14:14 WIB
pemerasan
Mahasiswi Ini Diperas Setelah Kirim Foto Polos di <i>Facebook</i>
Ilustrasi (Metrotvnews.com/Mohammad Rizal)

Metrotvnews.com, Medan: Tindakan mahasiswi berinisial II, 20, menjadi pelajaran bagi siapapun. Wanita ini memberikan foto bugilnya ke Darma Putra, 27, yang dikenalnya melalui Facebook. Nahas, II malah diperas bahkan diajak berhubungan intim.

"Tersangka masih dalam pemeriksaan. Kasusnya masih dalam pendalaman," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu M. Ainul Yaqin, Rabu (9/11/2016).

Informasi yang diperoleh, kasus ini berawal dari perkenalan korban dan pelaku melalui media sosial Facebook. Hubungan anak muda itu pun semakin akrab. Pelaku bahkan bisa meyakinkan II warga Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, untuk mengirimkan foto bugilnya.

Akan tetapi, foto pribadi yang dikirimkan II dimanfaatkan Darma untuk memeras. Lelaki yang tinggal di Desa Tanjung Leidong, Kuala Ledong, Labuhan Batu Utara, itu mengancam akan menyebarluaskan foto itu jika tidak diberi uang.

Tak ingin fotonya tersebar, II lantas memenuhi permintaan Darma. Dua kali berhasil memeras, permintaan Darma bertambah. Kali ketiga, Minggu 6 November sekira pukul 21.00 WIB, Darma mengirimkan SMS meminta Rp1 Juta plus berhubungan intim. 

Permintaan itu tak langsung dipenuhi. Korban menolak berhubungan intim dan mengaku hanya punya uang Rp200 ribu. Darma setuju dengan jumlah itu dan sepakat akan mengambil uang di sekitar rumah korban keesokan harinya. 

Ternyata II sudah tidak tahan dengan pemerasan itu. Sembari menunggu kedatangan Darma, dia mengadu kepada warga dan petugas Polsek Medan Timur. Tak lama berselang, pemuda berinisial B mendatangi II untuk mengambil uang yang diminta Darma. Begitu uang diserahkan, warga yang sudah menunggu langsung memukulinya.

Petugas Reksrim Polsek Medan Timur yang datang ke lokasi kemudian mengamankan B. Dia mengaku hanya disuruh Darma yang menunggu tak jauh dari lokasi. Pemuda itu tertangkap dan dipukuli warga sebelum ditangkap polisi. 


(UWA)