Efek Kemarau, Jagung di Kabupaten Karo tak Berbuah

Farida Noris    •    Minggu, 13 Nov 2016 14:15 WIB
kemarau
Efek Kemarau, Jagung di Kabupaten Karo tak Berbuah
Tanaman jagung mengering, MI - Palce Amalo

Metrotvnews.com, Karo: Musim kemarau yang melanda Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berdampak pada hasil pertanian. Petani jagung di Kecamatan Tiga Binanga, Kecamatan Munthe dan Kecamatan Lau Baleng, gagal panen.

Kabupaten Karo dikenal sebagai penghasil jagung terbesar di Sumatera Utara. Namun itu tak didukung dengan kelengkapan infrastruktur yang layak seperti, irigasi, dan sumur bor.

Samuel Ginting, salah satu petani di Desa Simolap Kecamatan Tiga Binanga sekaligus pemilik gudang penggilingan jagung di Desa Simolap mengatakan bantuan bibit jagung dari Pemerintah Pusat kepada petani yang diberikan sia-sia. Sebab infrastruktur pertanian tak mendukung untuk mengantisipasi dampak musim kemarau.

"Biasanya pada saat begini kami sibuk untuk menggiling jagung dan mengeringkannya di areal gudang saya. Tapi sekarang ini kosong karena banyak petani yang gagal panen," ungkapnya, Minggu (13/11/2016) 

Sementara itu, Septian Sebayang dari Himpunan Mahasiswa Singalor Lau, mengatakan, mereka mengamati lahan areal pertanian jagung Kendit Kendran Tiga Binanga dan areal jagung Desa Gunung serta Desa Lau Kapor dan juga areal jagung Desa Munthe seekan lalu.
        
Ternyata jagung yang umurnya sudah siap panen tersebut tidak dapat dipanen. Jagung tak berbuah. Tanamannya hanya memunculkan tongkol dan tinggi batangnya hanya 50 cm. Batang jagung yang sudah tua berwarna kuning dibiarkan tanpa dipanen. 

"Akibat kemarau yg panjang, cuaca menjadi kendala petani. Padahal bibit jagung sudah ditanami oleh petani dan sejak itu pula hujan tidak turun. Maka rusaklah pertumbuhan jagung itu dan tidak dapat lagi diberi pupuk. Peristiwa gagal panen jagung ini sudah sering terjadi," jelasnya.

Menurut mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) itu, area pertanian jagung tersebut sangat membutuhkan infrastruktur yang baik seperti irigasi dan sumur bor untuk mengantisipasi gagal panen bila terjadi musim kemarau. 
                     
"Padahal, gagal panen yang telah berulang kali terjadi, pemerintah harusnya sudah memberikan solusi dengan dibuatkannya areal irigasi dan sumur bor. Sejak jaman kakek kami dulu semua areal pertanian di Tiga Binanga dan Munthe ada irigasinya. Ini kok semakin maju zaman, irigasi itu sudah hilang dan tidak kunjung juga dibuat," ungkapnya.  


(RRN)