Satu Titik Panas Terpantau di Aceh

   •    Selasa, 08 Aug 2017 12:17 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Satu Titik Panas Terpantau di Aceh
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Banda Aceh: Satu titik panas terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berada di wilayah Aceh Selasa 8 Agusutus 2017. Titik panas itu mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara.

"Pagi ini, satelit mendeteksi satu hotspot (titik panas) di Aceh," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria di Aceh Besar, seperti dikutip Antara, Selasa 8 Agustus 2017.

Satelit menyebut, tingkat kepercayaan terbakarnya hutan dan lahan untuk daerah berada pada wilayah Tengah di Aceh tersebut dengan angka 59 persen.

Seperti diketaui, jarak terdekat dari Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi dengan Kutacane, ibu kota Kabupaten Aceh Tenggara 543,6 kilometer atau sekitar 13 jam menempuh perjalanan darat.

"Walau cuma satu titik, tapi kita harus wasapada. Apalagi titik itu di lahan kering, karena saat ini wilayah Aceh memasuki puncak kemarau," ucap Zakaria.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat saat ini secara nasional masih terdapat ratusan titik panas di berbagai daerah di Tanah Air yang tidak terpantau satelit.

"Di lapangan jumlah titik panas ini kemungkinan lebih banyak, karena adanya daerah-daerah yang tidak terlintasi satelit saat ada kebakaran hutan," ujar Kepala Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

BNPB hingga kini telah menetapkan status Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan di lima provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Deputi Bidang Meteorogi BMKG Yunus S Swarinoto mengingatkan wilayah Aceh perlu mewasdai kemunculan titik panas akibat meningkatnya intensitas cuaca kering selama musim kemarau.

Berdasarkan peta potensi kemudahan kebakaran yang ditinjau dari unsur cuaca, lanjutnya, maka masih menunjukkan wilayah di Aceh sangat mudah terjadi kebakaran.

"Meski begitu, kondisi cuaca tidak akan menyebabkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Jika tidak ada faktor manusia yang melakukan pembakaran," tegasnya.


(ALB)