Lima Anak Pelaku Pelemparan Kereta Api Ditangkap

Farida Noris    •    Jumat, 23 Jun 2017 15:05 WIB
kereta api
Lima Anak Pelaku Pelemparan Kereta Api Ditangkap
Kaca kereta pembangkit KA U58 Siantar Expres yang retak karena dilempari batu -- MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Sebanyak lima anak ditangkap petugas pengamanan PT KAI (Persero) Divre I Sumatera Utara. Mereka diduga melakukan pelemparan terhadap kereta api yang melintas.

"Anak-anak yang melakukan pelemparan berusia 11 sampai dengan 14 tahun. Mereka melempar kereta api yang melintas dengan batu," kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara Ilud Siregar di Medan, Jumat 23 Juni 2017.

Ilud mengatakan, kereta api yang dilempari adalah KA U54 Sri Bilah Utama relasi Medan-Rantau Prapat; KA U53 Sri Bilah relasi Rantau Prapat-Medan; KA U58 Siantar Expres. Pelemparan menyebabkan kaca kereta pembangkit KA U58 Siantar Expres retak.

"Mereka ditangkap pada Kamis (22 Juni 2017) setelah petugas keamanan dari internal bersama PAM eksternal Stasiun Tebing Tinggi mendapat laporan dan langsung menuju TKP di Km80+100 sinyal masuk Stasiun Tebing Tinggi," jelas Ilud.

Di TKP, lanjut Ilud, petugas melihat pelaku yang sedang melempari KA U53 Sri Bilah Utama tujuan Rantau Prapat-Medan yang selisih dengan KA U54 di Stasiun Tebing Tinggi. Begitu juga dengan pelemparan KA U58 Siantar Expres.

"Pelemparan terjadi pukul 17.40 WIB di Km27+100 sinyal masuk Stasiun Dolok Merangir petak jalan Stasiun Bajalinggei-Stasiun Dolok Merangir Lintas Medan-Siantar," urainya.

Pelaku kemudian dibawa ke Stasiun Dolok Merangir. Orang tua mereka dipanggil agar mempertanggung jawabkan pecahnya kaca kereta pembangkit.

"Dibuat surat pernyataan agar orang tua pelaku membina anaknya. Jika nantinya tetap melakukan perbuatan yang sama, harus bersedia untuk dituntut sesuai aturan hukum yang berlaku, serta bersedia mengganti biaya kerusakan kaca kereta pembangkit," beber Ilud.


(NIN)