TNI AL Ringkus Sindikat Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 29 Aug 2017 12:35 WIB
TNI AL Ringkus Sindikat Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia
Sejumlah TKI ilegal diamankan jajaran TNI AL di pelabuhan tikus di Sengarang, Kota Tanjungpinang.

Metrotvnews.com, Batam: Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV berhasil menangkap tiga ABK, satu tekong (nakhoda) dan 29 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) saat masuk ke Tanjungpinang, Provinsi Kepri secara ilegal melalui jalur tikus. 

Komandan Lantamal IV Laksma TNI R Eko Suyatno mengatakan, seluruh penumpang kapal, ABK, dan tekong ditangkap berkat kerjasama Tim WFQR dengan Tim Intel Lantamal IV, saat mengetahui informasi kapal pengangkut TKI hendak merapat di Batu 8, Kota Tanjungpinang.

"Mereka ditangkap, Minggu 27 Agustus sekira pukul 02.00 dini hari," kata Eko di Mako Lantamal IV, Tanjungpinang, Selasa, 29 Agustus 2017. 

Ia mengatakan, penangkapan berawal saat tim Intel Lantamal IV memperoleh informasi aktifitas pendaratan TKI ilegal. Mereka semula akan merapat di Batam namun beralih ke perairan Senggarang, Kota Tanjungpinang tepatnya di perairan Sungai.

ABK dan nakhoda kapal cukup lihai. Untuk mengelabui petugas, mereka menggunakan speed boat yang sudah dimodifikasi dengan mesin berkecepatan tinggi dengan harapan akan lolos dari pantauan TNI AL.

“Ada perubahan modus operandi yang dilakukan oleh para penyeludup TKI ilegal. Jika semula mereka menggunakan Batam sebagai pintu masuk, sekarang bergeser ke wilayah Tanjungpinang," ungkap Eko.

Ketika meninggalkan Batam menuju Tanjungpinang, kapal boat itu terus diintai Tim Intel Lantamal IV. Tak ingin buruannya kabur, Asintel Lantamal IV memerintahkan WFQR Lantamal IV melakukan penyekatan untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

"Nakhoda dan ABK sangat menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang. Mereka sangat piawai membawa speed boat. Kami mensinyalir, kejahatan ini diotaki pemain lama," jelas Eko.

Aksi perburuan dibagi dalam dua tim yaitu tim darat dan tim laut. Tim Laut menggunakan Patkamla Paku dan diperkuat Tim Intel WFQR IV sedangkan tim darat terdiri dari 4 orang personel Intelijen.

Sekira pukul 01.00 WIB, tim laut mendeteksi pergerakan speed boat yang menjadi target. Saat kapal itu melintas  di perairan Senggarang langsung dilakukan pengejaran, sedangkan tim darat yang telah bersiaga melihat gelagat mencurigakan sebuah bus yang diduga bekerja sama dengan sindikat TKI Ilegal. 

"Bus itu diduga akan mengangkut para. Ketika kami intai, pergerakamln bus itu menuju pelabuhan tikus untuk menjemput para TKI," tambah Eko.

Kapal Tim WFQR IV terus kejar mengejar speed boat pelaku. Aksi saling kejar bahkan terjadi ketika speed boat pelaku melaju kencang meninggalkan kejaran TNI AL. Sindikat itu bahkan berhasil menurunkan para TKI ilegal di pelabuhan Sungai Carang, Senggarang, meski akhirnya diamankan tim darat WFQR IV dan Tim Intel Lantamal IV. 

Sedangkan nakhoda dan ABK yang berusaha kabur dari pengejaran petugas berhasil ditangkap di tempat persembunyianya di Batu 8, Tanjungpinang oleh Tim Intel Lantamal IV. 

Petugas juga mengamankan 1 unit bus sewaan dengan Nomor Polisi BP 7058 TU  yang akan mengangkut TKI tersebut.
Adapun speed boat pelaku, berhasil ditemukan Tim WFQR Lantamal IV di sekitar perairan Sei Jang, Tanjungpinang sebagai barang bukti.

Ditambahkan Eko, sampai saat ini, ke-29 TKI ilegal, nakhoda dan 3 ABK telah diamankan di Mako Lantamal IV. Hasil pemeriksaan sementara, para TKI berasal dari beberapa daerah seperti; Lombok (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Jambi, Lampung, Makassar, dan Aceh.

"Dari pengakuan para TKI, umumnya mereka bekerja sebagai buruh kasar di Malaysia dan masuk tanpa permit (izin kerja) maupun visa dari negara setempat. Intinya dokumen mereka tidak lemgkap," tegas Eko.

Setelah melaksanakan koordinasi, pihak Lantamal IV akan menyerahkan seluruh TKI tersebut kepada BNP2TKI untuk pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke daerah asal. 

(ALB)