Evakuasi Lima Guru yang Disandera Terkendala Cuaca

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 20 Apr 2018 16:48 WIB
kekerasan
Evakuasi Lima Guru yang Disandera Terkendala Cuaca
Evakuasi guru yang disandera kelompok bersenjata, di Lembah Arwanop, Timika, Provinsi Papua. Foto: Metro TV

Pekanbaru: Upaya evakuasi terhadap lima guru yang berada di Lembah Arwanop, Timika, Provinsi Papua terus dilakukan jajaran TNI. Kelimanya belum dapat dievakuasi dari lokasi karena kabut tebal yang masih menyelimuti wilayah Pegunungan Tembagapura hingga Lembah Arwanop.

"TNI sudah membebaskan 15 guru di Timika, Papua. Hari ini sisanya sekitar lima orang guru juga akan kami evakuasi. Namun cuacanya masih berkabut sehingga helikopter belum bisa masuk ke lokasi," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memberikan pengarahan kepada ribuan prajurit TNI-Polri, di halaman Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Jumat, 20 April 2018. 

Baca: Belasan Guru Dievakuasi dari Kampung Aroanop Papua

Hadi mengatakan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca akan membaik sehingga pasukan TNI kembali akan masuk ke Lembah Arwanop untuk mengevakuasi lima guru tersebut. 

"Semuanya ada 15 guru yang berhasil dibebaskan dari penyanderaan yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata (KKSB) di Papua. Tinggal lima orang lagi yang belum dievakuasi dan segera akan dievakuasi oleh TNI," ungkapnya. 

Sebelumnya, wilayah Lembah Arwanop dikuasai oleh KKSB. Namun berhasil direbut kembali dan diduduki oleh TNI setelah berhasil memukul mundur KKSB yang merupakan kelompok pelarian dari Banti, Tembagapura.

KKSB menguasai Lembah Arwanop Distrik Tembagapura sejak pengejaran terhadap kelompok mereka dari Kampung Banti, Tembagapura, pada tanggal 13 April 2018 oleh pasukan TNI. Selama berada di Lembah Arwanop, KKSB melakukan perusakan terhadap klinik dan melakukan kekerasan terhadap guru yang bertugas di wilayah tersebut. 




(ALB)