UMP Sumsel Masih Dibahas

Dwi Apriani    •    Selasa, 31 Oct 2017 13:50 WIB
ump
UMP Sumsel Masih Dibahas
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan sedang membahas upah minimum provinsi (UMP) untuk di daerahnya. Penetapan kenaikan 8,71 persen dari Kementerian Tenaga Kerja juga masih dibahas.

"Kenaikan yang diumumkan itu 8,71 persen dari pusat ini sedang dirapatkan. Nanti Dewan Pengupahan Provinsi yang mengumumkan untuk di Sumsel," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel Dewi Indriati.

Hal itu tertuang dalam surat edaran tertanggal 13 Oktober 2017, dengan Nomor B.337/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2017, tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2017. "Untuk yang di Sumsel kan UMP selama ini Rp2.388.000. Kenaikannya nanti tunggu rekomendasi dari Gubernur," kata Dewi.

Namun untuk besaran, kata dia, harus menghitung sesuai kondisi daerah. Menurutnya, perhitungan ini baru akan dilakukan pada November mendatang, dimana mengacu pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Sumsel.

"Kami akan meminta data dahulu dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel untuk data tersebut," katanya.

Perumusan UMP ini juga harus sesuai dengan PP nomor 78 tahun 2015 serta persetujuan dari Gubernur Sumsel. Jadi tidak mudah dalam menetapkan UMP.

Meskipun begitu, ia optimis kalau pada 1 Januari 2018 UMP baru akan diterapkan di Sumsel.

Menurutnya, UMP untuk tahun 2018 tentunya akan meningkat dibandingkan tahun 2017, dimana tahun 2017 UMP sebesar Rp2.388.000 per bulan. "Kami belum tahu kisarannya tapi yang jelas akan meningkat," kata dia.

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Yos Sudarso mengakui bahwa saat ini memang pertumbuhan ekonomi di Sumsel meningkat yakni sebesar 5,19 dari Januari sampai dengan Juni. Sedangkan untuk inflasi sampai saat ini terhitung dari tahun ke tahun (yoy) sebesar 3.

"Pertumbuhan ekonomi ini ditopang dari sektor pertanian, perdagangan, perindustri, kontruksi dan perkebunan," katanya.

Untuk 2018 pertumbuhan ekonomi bakal lebih tinggi bahkan dari seluruh sektor bergerak mengingat adanya even internasional yakni Asian Games.

"Kami belum menghitungnya tapi pasti akan meningkat pesat," ujarnya.


(ALB)