Dua Polisi Terlibat Peredaran 38 Kg Sabu Terancam Dipecat

Farida Noris    •    Rabu, 06 Dec 2017 20:14 WIB
narkoba
Dua Polisi Terlibat Peredaran 38 Kg Sabu Terancam Dipecat
Kapolda Sumut saat memaparkan pengungkapan sabu 38 kg di Polda Sumut. Foto: Medcom.id/Farida Noris

Medan: Petugas Ditresnarkoba Polda Sumut mendalami keterlibatan dua polisi yang dicokok bersama 12 orang lain terkait kasus peredaran 38 kilogram sabu. Kedua anggota Korps Bhayangkara ini terancam dipecat.

"Soal peran dari dua oknum itu, petugas masih melakukan pendalaman. Kalau terbukti diberhentikan. Prinsipnya, kita bersih-bersih ke dalam, hajar ke luar," tegas Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw, Rabu, 6 Desember 2017.

Walau demikian, peran keduanya belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penyidikan. Bukti yang menunjukkan AKP BS, 44, (Kapolsek di Nias) dan Bripda YMS, 22, (bertugas di Tanjung Balai) masuk jaringan narkoba internasional juga belum ditemukan.

"Penyidikan terhadap kedua oknum Polri ini masih tahap pengembangan. Keduanya ditangkap saat bersama dengan bandar, tapi tidak ada barang buktinya. Indikasi, mereka berteman," ujar Kapolda.

Kapolda menambahkan, 14 tersangka ditangkap di beberapa tempat terpisah dalam lima kali pengungkapan kasus, dimulai dari 25 November 2017 sampai 5 Desember 2017.

"Peredaran sabu ini dikendalikan oleh bandar dari Malaysia berinisial P. Penyidik terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjut terhadap para pengendali jaringan internasional yang berada di Malaysia," tegasnya.


(SUR)