Gojek Sesalkan Penutupan Paksa Kantornya di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 04 Oct 2017 16:32 WIB
ojek online
Gojek Sesalkan Penutupan Paksa Kantornya di Batam
Ilustrasi Antara

Metrotvnews.com, Batam: Gojek, perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi menyesalkan penutupan paksa Kantor GoJek di Batam. Penutupan itu akan berdampak pada nasib ribuan pengemudi Gojek dan para mitra, khususnya pelaku UMKM di Batam.

"Kami menyesalkan penutupan sepihak Kantor Gojek di Batam. Kantor kami di Batam telah memiliki izin usaha yang lengkap, seperti yang dipersyaratkan pemerintah daerah setempat," kata Rindu Ragillia, PR Manager Gojek Indonesia, kepada Metrotvnews.com, Rabu, 4 September 2017.

Rindu mengatakan, beberapa perizinan usaha yang telah dimiliki Gojek di Batam, di antaranya; Akta Perseroan, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), izin HO, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan NPWP. 

"Surat izin tersebut telah dipenuhi Gojek saat mulai beroperasi di Batam," ujarnya. Rindu menyesalkan keputusan sepihak yang diambil pemerintah daerah, melalui dinas terkait yang menyegel kantor Gojek Batam, di kawasan Pelita Kota Batam.

Baca: Kantor Gojek di Batam Ditutup Paksa

Ia menuturkan, Gojek hadir dengan niat baik untuk mendukung para pekerja sektor informal dan UMKM di kota Batam agar dapat memiliki pendapatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Kehadiran Gojek juga diharapkan bisa membantu masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya.

"Gojek selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk dapat bersama-sama menghadirkan solusi yang berpihak pada masyarakat," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, sambung Rindu, pihaknya juga selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung inovasi dan membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi banyak pihak. 

"Kami tentu menyesalkan penutupan tersebut, karena akan berdampak pada nasib ribuan driver Gojek di Batam. Kami juga telah memiliki ribuan mitra yakni para pelaku UKM di Batam," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Yusfa Hendri yang berusaha dikonfirmasi terkait surat izin yang sudah dimiliki Gojek, belum bersedia memberikan penjelasan. "Maaf saya lagi rapat," ujarnya, Rabu, 4 Oktober 2017. 

Diberitakan sebelumnya, Dishub Kota Batam dibantu Satpol PP Kota Batam dan kepolisian menyegel Kantor Gojek di Kawasan Pelita, Kota Batam, Selasa, 3 Oktober 2017.

Penutupan paksa itu mengejutkan warga sekitar, tak terkecuali staf dan manajemen Gojek Batam. Mereka hanya bisa menyaksikan saat beberapa petugas memasang garis tanda kuning di pintu kantor perusahaan on-demand berbasis aplikasi digital ternama di Indonesia tersebut. 


(ALB)