Bandar Narkoba 40 Kg Dituntut Hukuman Mati

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 16 Nov 2017 18:43 WIB
narkoba
Bandar Narkoba 40 Kg Dituntut Hukuman Mati
Ilustrasi.

Pekanbaru: Terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis sabu dan ekstasi, Heri Kusnadi alias Eri Jack dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis, 16 November 2017. 

Tuntutan tersebut dibacakan JPU Andy Sunartedjo dan Robi Harianto dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum. 

Dalam materi tuntutan yang dibacakan secara bergantian itu, JPU berpendapat bahwa terdakwa terbukti bersalah melanggar Undang-Undang No 35/2009 tantang Narkotika. 

Terdakwa Heri Kusnadi alias Eri Jack melangar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dan Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. 

JPU Andy Sunartedjo mengatakan, terdakwa dituntut hukuman mati berdasarkan fakta dan keterangan di persidangan dan juga keterangan saksi. "Menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman mati karena melanggar UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ujarnya kepada Metrotvnews.com, Kamis, 16 November 2017.

Bandar narkoba tersebut ditangkap polisi sekira Maret-April 2017. Setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21, tersangka dan barang bukti narkotika sebanyak 40 kilogram (kg) sabu dan 14.000 pil ekstasi dilimpahkan ke pengadilan pada Agustus 2017. 

Eri Jack ditangkap berdasarkan hasil pengembangan terhadap dua kurir narkoba yang lebih dulu ditangkap, yakni Zulfadhli dan Aldo. 

"Kedua kurir inj mengaku membawa 40 kg sabu dan puluhan ribu pil ekstasi tersebut atas perintah Eri Jack. Setelah ditangkap dan dilakukan penggeledahan, ternyata di rumahnya (Eri Jack) juga ditemukan 11 gram sabu-sabu," ungkap JPU Andy. 

Sebanyak 40 kg sabu dan 14.000 pil ekstasi yang diamankan polisi, masing-masing ditemukan di dalam mobil yang dikemudikan Zulfadhli dan Aldo. Keduanya, kata Andy, masing-masing mengemudikan mobil Honda Jazz dan Kijang Innova. "Total berat barang bukti yang disita mencapai 86 kg," ujarnya. 

Terdakwa Eri Jack langsung berkomunikasi dengan penasehat hukumnya usai dituntut hukuman mati. Windryanto, penasehat hukum terdakwa meminta kepada majelis hakim agar memberi waktu selama dua pekan untuk menyiapkan materi pledoi atau pembelaaan. 

"Namun majelis hakim hanya memberi waktu satu pekan. Kami akan segera ajukan pledoi untuk disampaikan pada persidangan berikutnya," kata Windryanto. Sidang ini dipimpin majelis hakim Sutarno SH, dan hakim anggota yakni Wimmi D Simarmata SH, dan Aulia Fhatma Widhola SH. 

JPU Andy Sunartedjo menambahkan, sidang berikutnya akan digelar pada Kamis, 23 November 2017. Sidang akan berlangsung di ruang sidang Cakra, PN Bengkalis. "Adapun agendanya adalah penyampaian pembelaan atau pledoi dari penasehat hukum terdakwa," pungkasnya. 


(ALB)