Saat Angkot Palembang Termakan Zaman Digital

Alwi Alim    •    Selasa, 10 Oct 2017 19:35 WIB
taksi online
Saat Angkot Palembang Termakan Zaman Digital
Suasana angkot di Palembang saat melakukan aksi mogok di DPRD Sumsel. Foto: MTVN/Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Angkutan kota di Palembang, Sumatera Selatan, protes saat taksi angkutan online ikut menyerobot pendapatan mereka. Kue transportasi yang biasanya dinikmati 1.592 angkot kini harus dibagi taksi dan ojek online yang tidak diketahui jumlahnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang mengakui angkot yang beroperasi di Palembang cenderung stabil dibandingkan tahun 2016. Hanya terjadi pengurangan dan penambahan di sekitar angka 50 unit karena peremajaan.

"Jadi jumlahnya cenderung stabil," kata Kasi Angkutan Dishub Palembang, Indra Suryadi, Selasa 10 Oktober 2017.

Namun tidak begitu dengan angkutan online yang mulai marak beroperasi. Dishub Sumsel mengaku kesulitan mendata jumlah sopir yang beroperasi. Operator beralasan, database ojek dan taksi online hanya ada di pusat.

"Karena itu kami kesulitan untuk mendatanya," kata Kasi Angkutan Dishub Sumsel, Fansuri.

Penindakan terhadap taksi online yang masih mangkal di trayek angkot juga sulit terjadi untuk sementara waktu. Mau tak mau Dishub Palembang harus berkoordinasi  dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat karena aturan masih kelabu.

Berdasarkan rapat bersama pemerintah pusat, aturan taksi online akan tertuang dalam revisi Peraturan Menteri Nomor 26 tahun 2017. Namun, aturan itu baru sebatas rancangan. Dishub Palembang berharap aturan tersebut bisa keluar pada 1 November 2017.

"Ada 9 poin yang direvisi dan intinya tetap mengakomodir dan soal kewajiban taksi online," pungkasnya.


(SUR)