Bandar Narkoba Asal Malaysia Dibekuk di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 05 Sep 2016 16:00 WIB
narkoba
Bandar Narkoba Asal Malaysia Dibekuk di Batam
BNNP Kepri menggelar ekspose penangkapan tersangka dan sabu-sabu seberat 5,2 kg di markas BNNP Kepri. (Metrotvnews.com/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau menangkap dua bandar narkoba asal Malaysia. Penangkapan keduanya hasil pengembangan dari tertangkapnya pasangan suami istri yang menjadi kurir narkoba, di depan Rumah Makan Salera Basamo, Batam. 

Kepala BNNP Kepri Benny Setiawan mengatakan, kasus ini terungkap ketika jajarannya mendapat informasi transaksi narkoba di tempat parkir Rumah Makan Salera Basamo, Windsor, Kota Batam sekira pukul 22.00 semalam.

"Kami mengerahkan sejumlah personel ke lokasi. Setelah menunggu beberapa saat, muncul pasangan suami istri turun dari mobil dan meletakkan sebuah bungkusan di tempat parkir," kata Benny, Senin (5/9/2016). 

Anggota BNNP yang sejak awal mengamati langsung menyergap pasangan suami istri, A, 40 dan R, 38. Benny mengatakan, petugas lantas meminta kedua pelaku mengambil barang yang mereka letakkan di tempat parkir. 

"Saat mereka mengambil barang itu, kami cek ternyata narkotika jenis sabu seberat 5,2 kg. Saat itu juga pasangan suami istri ini kami amankan untuk pengembangan lebih lanjut," ujarnya. 

A dan R mendapatkan barang haram dari dua bandar narkoba asal Malaysia yang datang langsung ke Batam. Mereka adalah AV dan KV. Benny menuturkan, kedua warga negara asing ini datang ke Batam karena dijanjikan akan mendapatkan bayaran sisa sabu yang dipesan AJ dan S beberapa waktu lalu. 

"AJ dan S ini juga pasangan suami istri. Merekalah yang membeli sabu dan ekstasi selama ini kepada bandar di Malaysia. Sementara tersangka A dan R hanya kurir yang selama ini juga berhubungan dengan AJ dan S," tutur Benny. 

Dari pengakuannya, tersangka A dan R ini sudah tiga kali menerima paket sabu. Jumlahnya antara empat sampai lima kilogram. Barang tersebut diserahkan ke AJ dan S untuk selanjutnya diedarkan ke Palembang, Sumsel.

"Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 112 dan 132 UU 35/2009 tentang Narkotika," pungkas Benny.


(SAN)