Sumut Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang

Farida Noris    •    Sabtu, 27 Aug 2016 16:12 WIB
cuaca buruk
Sumut Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang
Ilustrasi--Cuaca buruk. Foto: Antara/Dedhez Anggara

Metrotvnews.com, Medan: Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi Sumatera Utara berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang, pada Agustus hingga Oktober 2016. Hal itu disebabkan masih bertahannya tekanan rendah di wilayah Samudera Hindia dan adanya belokan angin di wilayah Sumatera bagian Utara.

"Hujan umumnya terjadi pada sore dan malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang untuk wilayah Sumatera Utara disertai guntur dan angin kencang," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan Sunardi, Jumat (26/8/2016).

BMKG memprediksi angin kencang terjadi di wilayah Tapanuli bagian Selatan (Tabagsel), Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Simalungun. Kecepatan angin 10-20 knot dan bisa bertahan hingga setengah hari.

"Pada saat terjadinya angin kencang, bisa mencapai 20 knot. Kalau puting beliung, itu hanya sebentar. Tapi kalau angin kencang ini, bisa setengah hari," kata dia.

BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut akan terjadi di wilayah perairan Nias-Sibolga dengan ketinggian 1,5-3 meter. Karena itu, nelayan diimbau untuk tidak terlalu jauh berlayar.

"Kalau di lapangan, bisa saja ketinggian gelombang di atas 3 meter. Makanya kami imbau agar nelayan berperahu kecil agar berhati-hati. Di masa transisi musim kemarau ke musim hujan, masyarakat harus mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Apalagi, puncak hujan diprediksi terjadi di akhir September hingga Oktober," ujar dia.

Berdasarkan pengamatan beberapa wilayah kabupaten/kota di Sumatera Utara diketahui berpotensi terjadinya longsor. Wilayah rawan longsor itu di antaranya di Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Tengah, wilayah Kota Padangsidempuan, antara Kota Sibolga dengan Kabupaten Tapanuli Selatan, Nias Barat, dan Nias Selatan.

"Ada berbagai kondisi yang menyebabkan tingginya longsor di wilayah itu. Seperti curah hujan yang tinggi, sudut kemiringannya 45 derajat, dan intensitas hujannya lebih dari 50 milimeter. Parameter yang turut memengaruhi longsor ini, seperti hutan gundul, padat penduduk, dan lain sebagainya," pungkas dia.

 


(TTD)