Dalam Sehari, Padangsidempuan Digoyang Gempa Tujuh Kali

Farida Noris    •    Jumat, 14 Jul 2017 23:57 WIB
gempa bumi
Dalam Sehari, Padangsidempuan Digoyang  Gempa Tujuh Kali
ilustrasi. Foto: Grafis Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Badan Meteorologi Klimatologo Geofisika (BMKG) mencatat, dalam sehari, wilayah Padangsidempuan dan sekitarnya digoyang gempa sebanyak tujuh kali.

Gempa bumi terjadi pada Jumat 14 Juli 2017 dan menyebabkan sedikitnya 60 rumah mengalami rusak ringan hingga berat di Kota Padangsidempuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Gempabumi awalnya terjadi sekira pukul 08:25:16 WIB dengan kekuatan 5,5 SR. Kemudian, terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil dari gempa yang utama antara lain pada pukul 08.57.25 WIB dengan 3,4 SR, pada pukul 09:11:30 WIB dengan 3,9 SR. S

Selanjutnya pada pukul 09.11.28 WIB dengan 4,1 SR. Lalu pukul 17:13:00 WIB dengan 4,6 SR, pada pukul 21:01:10 WIB dengan kekuatan 3,7 SR, disusul pada pukul 22:01:19 WIB dengan kekuatan 3,6 SR.

"Jadi, hingga pukul 22:01:19 WIB, telah terjadi tujuh kali gempabumi. Gempa bumi ini adalah rangkaian gempa bumi susulan setelah dipicu kejadian gempa bumi utama 5,5 SR yang terjadi pada pukul 08:25:16 WIB," kata Kabid Data & Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan.

Syahnan menjelaskan dari hasil observasi BBMKG Wilayah I Medan, gempa ini berada pada zona Sesar Sumatera pada Segmen Angkola dengan kedalaman 10 km. Karakteristik sinyal menunjukkan gempabumi tektonik.

"Dari kedalaman hiposenternya gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi tektonik dangkal pada lapisan kerak bumi. Mekanisme sumber gempabumi diperkirakan strike slip sesuai mekanisme dari sistem sesar sumatera," tutur dia.

Dia mengimbau masyarakat di sekitar wilayah Kota Padangsidempuan agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti arahan pemerintah daerah melalui BPBD dan mengikuti perkembangan informasi gempa bumi susulan dari BMKG.

"Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai barat Sumatera Utara dan sekitarnya dihimbau agar tidak terpancing isu mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami," jelas Syahnan.



(SCI)