Sopir Angkot Padang Demo Tolak Transportasi Daring

Antara    •    Rabu, 20 Sep 2017 12:37 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Sopir Angkot Padang Demo Tolak Transportasi Daring
Sejumlah supir angkot menyuruh penumpang turun saat melakukan aksi mogok, di depan kantor DPRD Padang, Sumatera Barat, ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Metrotvnews.com, Padang: Ratusan pengusaha dan sopir angkutan kota di Padang, Sumatera Barat melakukan aksi mogok serta demonstrasi ke Kantor Gubernur Sumbar. Mereka menuntut penutupan perusahaan transportasi daring.

Bahkan sebagian angkot menurunkan penumpang di jalan agar bisa ikut berpartisipasi dalam aksi mogok. Padahal, sejak pagi Kota Padang diguyur hujan hingga penumpang harus kehujanan.

Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Sumbar Sengaja Budi Syukur menilai, aksi mogok menuntut penutupan transportasi dalam jaringan (daring) oleh pengusaha dan sopir angkot adalah hal yang wajar karena tujuannya untuk menuntut hak.

"Sebagai pengusaha yang membayar pajak mereka tentu berhak berusaha tanpa dihalangi oleh transportasi lain yang tidak membayar pajak sesuai UU," katanya, Selasa 20 September 2017.

Menurut dia, Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai dasar hukum angkutan di Indonesia tidak mengenal istilah transportasi daring. Hal itu menyebabkan transportasi daring menjadi hal yang ilegal karena tidak memiliki izin.

"Perusahaan penyedia aplikasinya mungkin resmi dan memiliki izin, tetapi kendaraan transportasinya tidak punya izin angkutan umum sehingga menjadi ilegal," kata dia.

Seharusnya perusahaan penyedia layanan aplikasi tersebut menggunakan kendaraan angkutan resmi yang telah diakui UU seperti angkutan kota atau taksi. Dengan demikian, perusahaan aplikasi punya izin, kendaraan yang digunakan juga punya izin hingga tidak ada yang dirugikan.

Ia menilai pemerintah harus cepat tanggap menyikapi persoalan tuntutan pengusaha dan sopir angkutan kota di Sumbar agar bisa dicarikan solusi terbaik.



(ALB)