BI Target Jangkau Pulau-pulau Terluar Distribusikan Rupiah

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 08 Aug 2017 16:49 WIB
rupiah
BI Target Jangkau Pulau-pulau Terluar Distribusikan Rupiah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Metrotvnews.com, Batam: Bank Indonesia (BI) menargetkan menjangkau pulau-pulau terluar, terdepan dan terpencil di Indonesia guna mendistribusikan uang kepada masyarakat setempat. Untuk merealisasikan itu, BI menggandeng TNI AL agar bisa menjangkau pulau-pulau tersebut.

"Ini merupakan bentuk tangungjawab dan kewajiban kami untuk mendistribusikan uang di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di pulau-pulau terdepan, tertinggal, dan terpencil," ungkap Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Hestu Wibowo di sela-sela pelepasan Tim Ekspedisi Layanan Kas Keliling BI dan TNI AL, di Pelabuhan Batuampar Batam, Selasa, 8 Agustus 2017.

Hestu mengungkapkan, tahun ini terdapat beberapa pulau terdepan dan terpencil di Indonesia yang dikunjungi Tim Ekspedisi Layanan Kas Keliling BI bersama TNI AL. 

Di antaranya, yang sudah dikunjungi yakni Pulau Nias dan Mentawai (Sumut dan Sumbar); Pulau Natuna, Anambas, Tarempa, Subi, dan Sekatung (Kepri) sedang berjalan; pekan depan di Pulau Bangka (Bangka Belitung).

"Pada September 2017 nanti tim ekspedisi mengunjungi Kepulauan Maluku dan Papua. Selanjutnya, pada Desember 2017, tim melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Talaut dan Miangas di Provinsi Sulawesi Utara," kata Hestu. 

Upaya BI untuk menjangkau pulau-pulau terdepan, terpencil, dan tertinggal, sambung Hestu, setelah pihaknya mendapatkan masukan dari berbagai pihak bahwa kebutuhan masyarakat di pulau untuk menukarkan uangnya juga cukup tinggi.

Dikatakan Hestu, meski jumlah peredaran uang maupun transaksi di pulau-pulau terdepan dan terpencil tidak setinggi di kota besar, namun pihaknya juga berkewajiban memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau-pulau.

"Untuk merealisasikan hal itu, BI membutuhkan dukungan dan kerjasama sejumlah pihak, salah satunya TNI AL, mengingat hanya sarana (kapal) TNI AL yang dapat menjangkau seluruh pulau yang kami kunjungi di Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran TNI AL dalam kegiatan ini diharapkan tak sekadar hanya sebagai bentuk kerjasama semata tetapi lebih dari itu ada hubungan strategis dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negra.

"Kita ketahui bersama bahwa TNI AL punya misi sebagai ujung tombak pertahanan dan keamanan negara, dan rupiah yang kami distribusikan ini adalah simbol kedaulatan negara sehingga rasanya tepat bila kami bekerjasama dengan TNI AL," papar Hestu.

Ia menuturkan, adapun jumlah uang yang didistribusikan ke tiap-tiap wilayah atau pulau berbeda-beda, tergantung kebutuhan dan tingkat peredaran uang di wilayah tersebut. 

"Untuk wilayah kepulauan di Kepri kami distribusikan Rp4,5 miliar, untuk wilayah Sibolga, Nias, dan Mentawai sebanyak Rp2,5 miliar, dan wilayah di pulau sekitar Surabaya dan Jawa Timur kami distribusikan Rp5 miliar," pungkasnya.

Kolonel Suwito, Staf Asisten Operasi (Asops) Baban II Mabes TNI AL, menyatakan TNI AL mendukung penuh pendistribusian rupiah oleh Tim Ekspedisi Layanan Kas Keliling ke pulau-pulau terluar, terpencil, dan tertinggal.

"Berapapun armada yang dibutuhkan oleh BI kami siap melayani. Termasuk jumlah personel yang dibutuhkan. Armada kami, termasuk di wilayah Sabang sampai di sini (Kepri) selalu siaga jika dibutuhkan," ujarnya.

Pihaknya menyambut baik kegiatan ini karena sekaligus memberi ruang kepada TNI AL untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang wawasan pertahanan dan keamanan negara, dan batas-batas teritorial Indonesia dengan negara lain, terutama kepada masyarakat nelayan.

"Kita harapkan kegiatan ini juga dapat memberi kontribusi dalam percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah," ujarnya.



(ALB)