Empat Helikopter Dikerahkan Mencegah Karhutla di Sumsel

Alwi Alim    •    Kamis, 27 Jul 2017 15:45 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Empat Helikopter Dikerahkan Mencegah Karhutla di Sumsel
Helikopter pemadam karhutla bantuan dari BNPB tiba di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan -- ANT/Nova Wahyudi

Metrotvnews.com, Palembang: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengerahkan empat helikopter untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Empat helikopter tersebut bantuan dari pemerintah pusat.

"Empat helikopter ini untuk melakukan patroli udara memantau titik api," kata Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanggulangan Bencana Yulizar Dinoto di Palembang, Kamis 28 Juli 2017.

Yulizar menjelaskan, empat helikopter terdiri dari dua Heli Mi-17 dengan kekuatan daya angkut air empat ton, satu Heli Belt dengan kekuatan daya tampung air tiga ton, dan satu Heli bolkow dengan daya angkut air lima liter.

(Baca: Empat Provinsi Tetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan)

Selain itu, lanjut Yulizar, pihaknya juga menetapkan status siaga karhutla sejak 1 Februari 2017. Artinya, semua instansi terkait sudah berupaya melakukan antisipasi terjadinya karhutla.

"Kami selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan semua komponen setiap harinya untuk mencegah terjadinya karhutla," tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah menambahkan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk mencegah karhutla. Masyarakat diminta tidak membakar lahan.

(Baca: Sumsel Tetapkan Status Siaga Kebakaran Hutan sejak Februari 2017)

Upaya yang dilakukan untuk mencegah karhutla lainnya adalah dengan menyemai garam. Namun, penyemaian garam ini tidak dapat dilakukan setiap hari karena harus melihat potensi awan terlebih dahulu.

"Jika memang kondisi awan memungkinkan, maka kami menyemai garam," katanya.

Menurut Iriansyah, penyemaian garam dilakukan secara bervariasi, dari 800 kilogram sampai dengan 1.000 kilogram per harinya. "Kami berharap, tahun ini kebakaran hutan dapat diminimalisir," pungkasnya.

 


(NIN)