Warga Penghuni Pinggir Rel Enggan Digusur

Budi Warsito    •    Rabu, 23 Nov 2016 12:30 WIB
penggusuran
Warga Penghuni Pinggir Rel Enggan Digusur
Warga bantaran rel di Jalan Bambu hingga Jalan Karantina, Medan, Rabu (23/11/2016), membentangkan spanduk penolakan. (Metrotvnews.com/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: Upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara mengeksekusi lahan mendapat perlawanan. Warga penghuni tanah milik perusahaan transportasi itu minta tambahan uang ganti rugi.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang rel kereta api mulai dari kawasan Jalan Bambu hingga Jalan Karantina, Medan Barat, justru menduduki jalur kereta. 

Penolakan yang dilakukan ratusan masyarakat ini dikarenakan PT KAI hingga saat ini belum memenuhi tuntutan mereka.

"Belum ada titik temu terkait penyelesaian masalah ganti rugi. Logika sajalah, uang ganti rugi Rp1,5 juta itu tidak manusiawi," kata Ketua Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel Hotman Manalu, di lokasi penggusuran, Rabu (23/11/2016).

Ia menerangkan, masyarakat dan PT KAI beberapa kali telah melakukan pertemuan. Namun, tidak pernah ada titik temu serta solusi terkait dengan penggusuran tersebut. Masyarakat yang bermukim di pinggir rel pun telah mengadu ke DPRD Sumut dan DPRD Medan.


Aparat keamanan dari TNI, Polri dan Satpol PP melakukan penjagaan dalam penggusuran yang dilakukan di Jalan Bambu hingga Jalan Karantina, Medan, Rabu (23/11/2016).

"Hasil pertemuan itu, dewan meminta agar persoalan ini stanvas (ditunda) sebelum ada solusi. Nyatanya sekarang kami mau digusur," tuturnya.

Ratusan masyarakat yang menduduki rel kereta api di lokasi tersebut dijaga oleh ratusan petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP. Sejumlah alat berat juga sudah tiba di lokasi.


(SAN)