Jadi Saksi Sidang Korupsi, 3 Petinggi Bank Sumut Kompak Sakit

Farida Noris    •    Senin, 14 Nov 2016 16:57 WIB
kasus korupsi
Jadi Saksi Sidang Korupsi, 3 Petinggi Bank Sumut Kompak Sakit
Foto ilustrasi. (Ant/Didik Suhartono)

Metrotvnews.com, Medan: Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional Bank Sumut kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin 14 November. Kasus ini merugikan negara Rp10,8 miliar. 

Akan tetapi, pimpinan Bank Sumut yang seharusnya dijadikan saksi tidak menghadiri panggilan jaksa penuntut umum (JPU). Mereka kompak beralasan sakit.

Dirut Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto mengaku tidak dapat hadir ke persidangan karena sakit patah tulang. Kini, Direktur Pemasaran Bank Sumut Ester Junita Ginting dan Komisaris Bank Sumut Rizal Pahlevi juga mangkir dari panggilan karena sakit. 

Baca: Korupsi Rp11 Miliar, Mantan Direktur Operasional Bank Sumut Ditahan

"Yang bersangkutan (Ester dan Rizal) sakit. Tapi surat sakitnya tidak menjelaskan sakit apa dia, hanya 'saya sakit dan butuh istirahat selama dua hari'. Jadi tidak dapat dihadirkan ke persidangan," ucap Netty Silaen, mewakili tim JPU di ruang sidang, Senin (14/11/2016).

Surat sakit kedua saksi dikeluarkan oleh rumah sakit yang sama. Yaitu, RS Columbia Medan. 

Menurut Netty, pemeriksaan terhadap ketiga saksi akan dijadwal ulang. Ketiganya akan dihadirkan ke persidangan untuk kasus yang menjerat dua terdakwa. Yakni, mantan Direktur Operasional Bank Sumut M Yahya dan M Jefri Sitindaon selaku mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut. 

Kasus korupsi ini diungkap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara. Kejati menetapkan lima tersangka atas kasus ini. (Baca: Lima Tersangka Bank Sumut Diperiksa Pekan Depan)


(SAN)