Supermoon, Masyarakat Pesisir Diimbau Waspada Banjir Rob 2 meter

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 31 Jan 2018 18:09 WIB
fenomena alam
Supermoon, Masyarakat Pesisir Diimbau Waspada Banjir Rob 2 meter
Gerhana bulan total terlihat dari Kota Gorontalo, Rabu (8/10/2014). Foto: Antara/Adiwinata Solihin

Batam: Masyarakat pesisir di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) diimbau mewaspadai air laut pasang atau banjir rob saat gerhana bulan tiba, Rabu, 31 Januari 2018 sekitar pukul 17.50 hingga pukul 23.10 WIB. Aktivitas pelayaran kapal juga diminta berhati-hati. 

Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Debora, mengatakan, fenomena gerhana bulan atau supermoon akan menyebabkan permukaan air laut naik atau pasang. Ketinggian permukaan air bisa mencapai 2 meter. 

"Perkiraan air laut pasang bisa mencapai dua meter. Kami imbau masyarakat yang bermukim di pesisir pantai waspada saat permukaan air laut naik," ujar Debora kepada Medcom.id, Rabu, 31 Januari 2018. 

Selain warga pesisir di Kepri, Debora juga mengimbau nelayan dan transportasi laut berhati-hati saat melakukan pelayaran di perairan. "Terjadi peningkatan air laut maksimum atau banjir rob," ujarnya. 

Debora menjelaskan, fenomena supermoon atau gerhana bulan mulai akan terjadi sekitar pukul 17.50 hingga pukul 23.10 WIB. Khusus untuk wilayah sumatera, kata Debora, BMKG akan melakukan pantauan di beberapa titik. 

Di antaranya; Aceh, Bukit Tinggi, Medan, dan Kepahiyang (Provinsi Bengkulu). Ia menjelaskan, untuk gerhana total akan mulai terlihat sekitar pukul 19.51 WIB dan puncaknya pada pukul 20.31 WIB. 

Kepala BMKG Hang Nadim Batam Parmin Kasmed mengatakan, masyarakat Batam yang ingin menyaksikan fenomena ini dapat meneropong di daerah di dataran tinggi. Seperti di menara Masjid Jabal Arafah dan beberapa lokasi lainnya. 

"Terdapat beberapa wilayah di Sumatera yang dapat menyaksikan puncak gerhana bulan secara utuh, yakni Aceh, Bukit Tinggi, Medan, dan Kepahiyang. Termasuk di beberapa wilayah di Indonesia lainnya," ujarnya. 


(ALB)