Polisi Cokok Pengoplos Gas Bersubsidi di Asahan

Budi Warsito    •    Sabtu, 28 Oct 2017 10:57 WIB
gas oplosan
Polisi Cokok Pengoplos Gas Bersubsidi di Asahan
Barang bukti tabung gas elpiji bersubsidi yang dioplos. Foto: MTVN/Budi Warsito

Metrotvnews.com, Kisaran: Praktik pengoplosan gas bersubsidi beromzet jutaan Rupiah diungkap Unit Ekonomi Satreskrim Polres Asahan. Kuat dugaan, langkanya gas bersubsidi ukuran 3 Kg di wilayah Asahan disebabkan karena aktivitas para pelaku pengoplosan tersebut.

Penindakan terhadap para pengoplos gas bersubisid dilakukan pada hari Rabu, 24 Oktober 2017 sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Nuri lingkungan 4, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kisaran timur. "Saat dilakukan penggerebekan, para pelaku tengah melakukan aktivitas pengoplosan dari tabung gas LPG 3 kg ke tabung 12 kg," ujar Kanit Ekonomi Polres Asahan Iptu Agus Setiawan, Jumat 27 Oktober 2017.

Dalam penggerebekan yang dilakukan, dua orang pelaku Jamarlen Simanjuntak dan dibantu oleh Zainuddin Samosir diringkus. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mengatakan ada aktivitas pengoplosan gas elpiji bersubsidi.

"Aktivitas yang dilakukan para pelaku ini selain merugikan negara juga berbahaya dan mengancam keselamatan orang yang berada di sekitar lokasi pengoplosan," tambah Agus.

Polisi menyita barang bukti satu buah tang besi, satu buah, obeng, satu buah martil, satu buah palu, empat buah paku kuningan, dua besi pemindah gas, satu buah timbangan, satu ember plastik, satu buah baskom stainless, es batu, 52 tabung kosong gas elpiji 3 Kg, 16 tabung berisi gas elpiji 3 Kg, 9 tabung berisi elpiji 12 Kg, dan 6 kosong tabung elpiji 12 Kg.

"Atas perbuatannya pelaku diganjar Pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 huruf a, b dan c UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan/atau pasal 54 UU No 22 tahun 2001 tentang Migas," tandas Agus.


(SUR)