Napi Rutan Tanjung Gusta Bandar Narkotika Dibekuk Usai Transaksi

Farida Noris    •    Senin, 26 Sep 2016 00:03 WIB
narkoba
Napi Rutan Tanjung Gusta Bandar Narkotika Dibekuk Usai Transaksi
Kepala Rutan Tanjung Gusta Medan (kiri) Budi Situngkir menyerahkan pelaku atau bandar narkoba Hendy (tengah) beserta barang bukti puluhan sabu-sabu kepihak Polsek Medan Helvetia, Sabtu malam (24/9/2016) Foto: dok/istimewa

Metrotvnews.com, Medan: Petugas Rumah Tahanan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, menangkap Hendy, bandar narkotika jaringan Togiman alias Toge. Hendy ditangkap di dalam sel tahanannya di Blok G 4 Rutan Tanjung Gusta beserta puluhan gram sabu-sabu.

Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan Nimrot‎ Sihotang mengatakan, Hendy ditangkap saat petugas merazia penghuni rutan. Saat ditangkap, Hendy baru saja bertransaksi narkotika via telepon dengan seseorang di luar Rutan.

"Kami dapat infomasi bahwa pelaku baru bertransaksi dengan seseorang, pada Sabtu (24/9/2016) yang belum tahu di mana keberadaan orang tersebut. Kemungkinan besar pelaku dari luar. Tetapi ini kami serahkan saja ke pihak kepolisian. Biarkan saja pihak kepolisian yang menyelidiki kasus ini," kata Nimrot Sihitang, Minggu (25/9/2016).

Setelah ditangkap, Hendy yang merupakan tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini langsung diserahkan ke Markas Polsek Medan Helvetia. Petugas juga menyerahkan barang bukti berupa sabu-sabu, timbangan elektronik, dan beberapa ponsel.

Kepala Polsek Medan Helvetia Komisaris Polisi Hendra Eko Triyulianto mengonfirmasi telah menerima tahanan kasus narkotika itu. Pihaknya masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap jaringan narkotika yang diduga jaringan terdakwa Togiman alias Toge.

"Sekarang pelaku sudah kami amankan di sel tahanan. Dia diantar pihak Rutan tadi malam. Kami belum bisa komentar banyak karena masih dalam penyelidikan," kata Komisaris Polisi Hendra Eko Triyulianto.

Informasi yang dihimpun, Hendy tengah menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Medan. Hendy bersama istrinya Mirawaty alias Achin, Agus Salim alias Mr Lim alias Alim, dan Togiman alias Tony alias Toge, didakwa memiliki sedikitnya 21,425 kilogram sabu-sabu, 50 ribu butir pil ekstasi dan pil happy five. Namun Janti, kakak Toge, yang terlibat dalam kasus itu belum disidang.

Mereka dibekuk tim Badan Narkotika Nasional (BNN) pada awal April lalu. Toge merupakan narapidana Lapas Lubuk Pakam, Deli Serdang. Saat ditangkap dia tengah menjalani hukuman 9 tahun penjara terkait narkotika.

Jaringan pengedar narkotika ini terbongkar setelah petugas BNN mendapatkan informasi mengenai pengiriman sabu pada Kamis (31/3/2016). Petugas mendapat informasi Achin dan Hendy telah menerima narkoba itu pada Jumat (1/4/2016) sekitar pukul 08.00 WIB.

Pukul 16.00 WIB, Achin membawa Ford Fiesta S putih BK 1281 IH ke salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Gatot Subroto, Medan. Saat dia menyerahkan bungkusan kepada seseorang, petugas BNN menyergapnya, namun dia kabur dan menabrak sejumlah pengunjung.

Petugas BNN sempat melepaskan tembakan, namun Achin sempat meloloskan diri. Dia akhirnya diringkus di depan Balai Latihan Kerja (BLK), Jalan Gatot Subroto kilometer 7,8, Medan. Rumah Achin di City Residence A18, Jalan Sempurna, Medan, digeledah. Petugas menemukan 21,425 kg sabu-sabu dan 50 ribu butir pil ekstasi.

Penangkapan ini dikembangkan. Tersangka lain pun diringkus. Sementara Hendy yang merupakan suami Achin ditangkap di kamar 1409 Hotel Best Western, Makassar, Sulawesi Selatan. Jaringan ini diatur seorang warga negara Malaysia berinisial B. Sementara di Indonesia, komplotannya dikendalikan Togiman. 


(TTD)