Banjir Meluas, Bandara Kualanamu Tergenang

Puji Santoso, Budi Warsito    •    Kamis, 29 Sep 2016 12:29 WIB
banjir
Banjir Meluas, Bandara Kualanamu Tergenang
Banjir di Kota Medan. Foto: Metrotvnews.com/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi di Kota Medan, Deli Serdang, dan Kota Binjai sejak Rabu malam 28 September 2016. 

Selain pohon tumbang, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga. Kondisi ini masih diperparah lagi dengan meluapnya Sungai Babura yang membelah Kota Medan. 

Ribuan rumah warga hingga Kamis siang 29 September ini masih tergenang. Banjir setinggi pinggang orang dewasa ini merendam rumah-rumah warga terutama yang berada di kawasan bantaran Sungai Babura dan Sungai Deli.

Sementara itu, sejumlah pohon bertumbangan yang terjadi pada beberapa lokasi di Kota Medan seperti di Jalan Adam Malik, Jalan Yos Sudarso, Jalan Kejaksaan, dan beberapa ruas jalan lainnya. 

Beberapa di antaranya bahkan menimpa kendaraan roda empat dan roda dua yang sedang melintas seperti yang terjadi di Jalan Adam Malik dan Jalan Yos Sudarso. Namun, sejauh ini dilaporkan tidak ada yang mengalami korban jiwa.

Pantauan Media Indonesia sejak Rabu malam, banjir merendam beberapa lokasi seperti Jalan Karya Wisata, Medan Johor, Jalan Cut Nyak Dhien Medan Polonia, Kawasan Jalan Pembangunan Helvetia dan sejumlah titik lainnya.

Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan terlihat sibuk memberikan bantuan darurat terutama pada titik-titik tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama petugas dari Dinas Pertamanan Kota Medan turun membantu menyingkirkan batang pohon dari badan jalan termasuk memotong batang pohon yang menimpa mobil.

"Semua personel bersiaga dan terus memantau informasi. Saat ini tim semua di lapangan," kata Kepala BPBD Medan, Hanalore Simanjuntak, di lokasi kejadian.



Sejumlah warga Medan menyayangkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang tidak tanggap terhadap banjir yang selalu melanda Kota Medan. Warga menilai, banjir yang kerap terjadi di Kota Medan dan sekitarnya ini menunjukkan Pemko Medan tidak mampu membenahi Kota Medan.

"Jalan Pembangunan Kelurahan Helvetia Timur yang selama ini tak pernah banjir, kini ikut banjir. Tak jelas uang miliaran rupiah untuk penanggulangan banjir. Dana pajak yang dikutip dari masyarakat tidak jelas dipakai untuk apa," kata Anto, seorang warga Kelurahan Sei Sikambing, Medan Sunggal.

Selain hujatan, media sosial juga diramaikan dengan topik banjir dan pohon tumbang yang terjadi. Sebagian warga bahkan menyampaikan keluhan mereka yang tidak dapat melaksanakan aktifitas akibat banjir yang terjadi. 

"Di pasar 5 Padang Bulan sudah mirip danau," kata pemilik akun Bobi.

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang di sejumlah wilayah di Deli Serdang Rabu malam juga berdampak terhadap Bandara Kuala Namu Internasional (KNIA). Akibat hujan deras disertai angin kencang ini hingga pukul 23.00 WIB, lantai I Bandara Kuala Namu khususnya di depan Stasiun Railink dan parkir A serta parkir B digenangi air hujan setinggi sekitar sepuluh sentimeter.

Petugas kebersihan di bandara ini sibuk menguras air yang menggenangi lantai I Bandara bertaraf internasional tersebut. Petugas memasang tali pembatas agar para calon penumpang dan pengunjung Bandara tidak melintas dari daerah yang digenangi air karena dapat membahayakan. 

Hal ini berdampak terhadap ketidaknyaman para calon penumpang maupun pengunjung. Petugas prakiraan (forecester) BMKG Bandara Kuala Namu, Fachry memprediksi hujan deras disertai angin kencang ini akan terjadi selama 1 sampai 2 jam. Bahkan, menurutnya, kondisi ini dinilai akan sangat mengganggu kelancaran penerbangan di bandara KNIA.

"Diprediksi 1 sampai 2 jam masih terjadi hujan lebat disertai angin kencang, sangat mengganggu penerbangan," kata Fachry.

Hujan deras disertai angin kencang ini tidak hanya terjadi di Bandara Kuala Namu tetapi juga di Lubuk Pakam, Beringin, Batang Kuis dan Pantai Labu dan sekitarnya.


(UWA)