Terdakwa Pembunuh Siswi SMP di Medan Dituntut 10 Tahun Penjara

Farida Noris    •    Kamis, 15 Sep 2016 17:37 WIB
pembunuhan
Terdakwa Pembunuh Siswi SMP di Medan Dituntut 10 Tahun Penjara
Keluarga SYD menunggu di luar ruang sidang PN Medan, Sumatera Utara, Kamis 8 September 2016 (Foto: MTVN/Farida Noris Ritonga)

Metrotvnews.com, Medan: Jaksa Penuntut Umun menuntut FNRW, 16, terdakwa pembunuhan SYD, 13, siswi Bharlind School, Medan, Sumatera Utara, hukuman penjara selama 10 tahun. Terdakwa dinilai bersalah melakukan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal.

"Terdakwa dituntut dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara," kata JPU Sindu usai sidang di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Kamis (15/9/2016).

Terdakwa dianggap melanggar Pasal 365 Ayat (3) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan kematian dan Pasal 82 Undang Undang Perlindungan Anak.

Sidang beragenda tuntutan itu berlangsung tertutup lantaran terdakwa dikategorikan anak-anak. Sidang dipimpin oleh Erintuah Damanik. Meski tertutup, sejumlah keluarga korban tetap menunggu di luar ruang sidang. 

Baca: Terdakwa Pembunuhan Siswi SMP di Medan Jalani Sidang Perdana

Dalam dakwaan, Sindu membacakan, peristiwa itu terjadi di kawasan semak di Jalan Djamin Ginting kilometer 13, Kelurahan Sidomulyo, Medan, Sumatera Utara. Saat itu, pelaku melihat SYD menunggu di sebuah pondok sepulang sekolah sambil memeriksa ponsel.

"Melihat kondisi jalan sepi, pelaku lalu mendekati korban. Dia berpura-pura meminta agar diantarkan ke Pancur Batu. Namun permintaan itu ditolak korban. Terdakwa lantas berjalan ke bagian belakang korban dan berusaha membekap mulutnya," kata Sindu saat membacakan dakwaan di PN Medan, Sumatera Utara, Kamis (8/9/2016).

Kemudian, terdakwa menarik korban ke semak-semak berjarak sekitar 10 meter dari pondok itu. Korban berusaha melawan dengan menggigit lengan pelaku. Mendapat perlawanan, pelaku langsung menikam rusuk korban sebanyak dua kali. Karena masih meronta ia pun menikamkan pisau ke leher korban.

Melihat korban tak berdaya, pelaku memerkosa korban. Setelah melancarkan aksi bejatnya itu, pelaku mengambil ponsel korban dan meninggalkannya dengan pisau yang masih tertancap di leher.


(TTD)