KPU Tanjungpinang Sosialisasikan Pendaftaran Pemilu 2019

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 29 Sep 2017 19:31 WIB
pemilu
KPU Tanjungpinang Sosialisasikan Pendaftaran Pemilu 2019
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Batam: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Batam, menyosialisasikan tahapan pendaftaran Pemilu 2019. Sosialisasi disampaikan kepada partai politik di Hotel CK Tanjungpinang, Jumat 29 September 2017.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus partai politik (parpol) di Tanjungpinang dan beberapa tamu undangan, seperti; Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto, Ketua Panwaslu Tanjungpinang Maryamah, dan para camat se-Kota Tanjungpinang.

Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria, mengatakan, yang penting dalam proses pendaftaran parpol adalah keberadaan kantor partai politik yang tetap sampai akhir tahapan Pemilu 2019.

Selain itu, setiap anggota parpol harus memiliki kartu keanggotaan berjumlah 207 orang. Jumlah 207 tersebut, ungkap Robby, berasal dari Data Agregat Kependudukan Kecamatan (DAK2) penduduk Tanjungpinang yang ditetapkan KPU RI pada Jumat, 29 September 2017.

"Selain itu, jumlah pengurus parpol juga harus diserahkan. Untuk memastikan kebenaran berkas yang diserahkan ke KPU, maka KPU akan membentuk tim yang akan memverifikasi langsung ke parpol yang bersangkutan," kata Robby.

Adapun proses pendaftaran parpol dan penyerahan berkas di KPU Tanjungpinang, sambung Robby, berlangsung tanggal 3 hingga 16 Oktober 2017. "Dalam masa tersebut, KPU akan melayani parpol-parpol yang menyerahkan berkasnya," ujarnya.

Berkas tersebut, antara lain; Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengurus dan anggota parpol, kartu keanggotaan, dan surat keterangan dari kecamatan dan kelurahan yang menyatakan bahwa benar parpol bersangkutan berada di wilayah kecamatan/kelurahan mereka. 

Sementara itu, Divisi Hukum KPU Tanjungpinang, Dewi Haryanti menambahkan, KPU daerah hanya memverifikasi berkas yang diserahkan parpol. "Mengenai penetapan bahwa parpol tersebut lolos untuk mengikuti pemilu merupakan kewenangan KPU RI," ujarnya. 


(RRN)