Ratusan Sopir Taksi Konvesional di Batam Mogok Tolak Taksi Online

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 02 Aug 2017 16:20 WIB
polemik taksi online
Ratusan Sopir Taksi Konvesional di Batam Mogok Tolak Taksi Online
Setelah menggelar aksi mogok dan berkumpul di depan Kantor Wali Kota Batam, puluhan sopir taksi kembali beroperasi di Bandara Hang Nadim sekira pukul 14.00 WIB.

Metrorvnews.com, Batam: Ratusan sopir taksi konvensional melakukan aksi mogok dengan memblokir jalan di depan Kantor Wali Kota Batam, Rabu, 2 Agustus 2017. Mereka memprotes kehadiran taksi berbasis online yang beroperasi di Batam. 

Para sopir taksi konvensional menganggap, kehadiran taksi berbasis online dapat mengancam keberadaan mereka. Terlebih saat ini taksi online beroperasi di beberapa lokasi keramaian, seperti mal, bandara, dan pelabuhan domestik maupun internasional.

Ratusan sopir taksi yang menggelar aksi mogok mendesak Wali Kota Batam menghentikan taksi berbasis online beroperasi di Batam karena dapat mengancam pendapatan mereka.

"Kalau dihitung-hitung sejak kehadirannya di Batam, jumlah mereka (taksi online) cukup banyak. Kami minta agar dihentikan karena ini ancaman bagi kami," kata Buyung, sopir taksi yang kerap mangkal disekitar Pelabuhan Domestik Punggur.

Menyikapi tuntutan para sopir taksi pangkalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam sudah melakukan beberapa upaya, di antaranya melakukan razia terhadap taksi berbasis online yang sinyalir belum mengantongi izin dari dinas terkait. 

Razia yang dilakukan Dishub Kota Batam bersama Polresta Barelang, Kota Batam, berhasil menjaring sejumlah taksi berbasis online yang tak dilengkapi dokumen yang sah. 

"Permasalahannya karena ini menyangkut regulasi perizinan dan juga uji KIR. Kami sudah menyurati agar semua persyaratan baik perizinan maupun uji KIR agar dilengkapi. Selagi belum maka mereka tak boleh beroperasi," tegasnya. 

Otoritas Hang Nadim Kerahkan Mobil Pelat Hitam dan Bus 

Sementara itu, dampak dari aksi mogok yang dilakukan ratusan sopir taksi, beberapa penumpang kewalahan mendapatkan sarana transportasi. 

Sebagai langkah antisipasi agar penumpang tidak menumpuk di bandara, Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim Batam melakukan antisipasi dengan menyiapkan layanan angkutan dari bandara ke beberapa daerah tujuan.

"Pihak BUBU Hang Nadim langsung berkoordinasi dengan pengguna kendaraan umum (plat hitam) dengan mendata pengemudi, SIM, STNK, plat nomor kendaraan, dan nomor HP untuk melayani angkutan penumpang di bandara," kata Direktur Humas BP Batam, Purnomo Andiantono.

Setiap kendaraan, kata Andiantono, diberikan nomor antrean agar tidak saling berebut penumpang di dalam kawasan bandara. 

Selain itu ada juga layanan bus yang disediakan oleh Damri, termasuk menyiagakan dua bus plat merah yang setiap saat dapat digunakan. "Hingga saat ini kegiatan oprasional di bandara Hang Nadim berjalan lancar," ujarnya.


(ALB)