Warga Bengkulu Minta Perbaikan Jalur Evakuasi Tsunami

Antara    •    Senin, 04 Sep 2017 10:51 WIB
tsunami
Warga Bengkulu Minta Perbaikan Jalur Evakuasi Tsunami
Papan petunjuk bertuliskan `Jalur Evakuasi Tsunami` di obyek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu -- ANT/Hendri

Metrotvnews.com, Bengkulu: Warga Kelurahan Teluk Sepang, Bengkulu, meminta pemerintah setempat memperbaiki jalur evakuasi tsunami sepanjang 3 kilometer yang rusak parah. Saat ini, kondisi jembatan yang menjadi bagian dari jalur evakuasi tsunami putus akibat gelombang pasang.

"Jalur ini menghubungkan Kelurahan Teluk Sepang dengan Padang Serai untuk jalur evakuasi tsunami," kata Meginanto, warga Kelurahan Teluk Sepang, Senin 4 September 2017.

Meginanto menjelaskan, jalur evakuasi itu dibangun pada akhir 2014 atas dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain jalur evakuasi tersebut, pemerintah pusat juga membangun shelter atau tempat penyelamatan diri saat tsunami berupa bangunan empat lantai yang berdiri di tengah-tengah permukiman warga.

"Tapi, jalan ini hanya bisa digunakan sebentar karena setahun setelah dibangun jembatannya ambruk akibat air pasang," kata dia.

Saat ini, lanjut Meginanto, jembatan tersebut dipasangi papan beberapa lembar agar kendaraan roda dua dapat melintas. Ia dan warga lainnya berharap, jalur itu segera diperbaiki sehingga ke depan menjadi jalur alternatif bahkan jalur utama.

"Sehingga, warga tidak harus melintasi jalur Pulau Baai yang padat truk angkutan batu bara," kata Noprizal, warga Teluk Sepang lainnya.

Untuk diketahui, Kelurahan Teluk Sepang masuk dalam zona merah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Karena kondisi itulah, pemerintah membangun sejumlah infrastruktur mitigasi bencana.


(NIN)