Napi Narkoba Picu Kerusuhan di Lapas Banda Aceh

Ferdian Ananda    •    Kamis, 04 Jan 2018 20:10 WIB
kerusuhan penjara
Napi Narkoba Picu Kerusuhan di Lapas Banda Aceh
Kebakaran dan kerusuhan terjadi di Lapas Banda Aceh. Foto;Metro TV

Aceh Besar: Kericuhan yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar, Kamis 4 Januari lantaran adanya provokasi dari seorang napi narkoba. Napi berinisial GN bersama dua temannya menolak dipindah dan memprovokasi napi lainnya.

"Pagi tadi, rencana memindahkan 3 orang napi ke Medan Sumatra Utara. Mereka terlibat kasus narkoba. Jadi dua orang bersedia, hanya satu yang tidak mau dan memprovokasi napi lainnya," kata Wakil Kepala Polda Aceh, Brigjen Bambang Soethajo, kepada Media Indonesia, Kamis, 4 Januari 2018. 

Ia menambahkan, sejauh ini kondisi lapas sudah kondusif dan mengamankan tujuh orang napi yang terlibat pembakaran ruangan lapas. Tujuh orang itu juga menjadi otak kericuhan membesar hingga terjadi pembakaran. 

"Mereka sudah diamankan untuk pemeriksaan," jelasnya.

Menurutnya, pemindahan ketiga napi itu karena hukuman tahanan mereka rata-rata di atas 10 sampai 15 tahun. "Karena masa tahanan yang lama, jadi mereka perlu dipindahkan ke Medan. Sudah prosedurnya seperti itu," paparnya.

Pihaknya juga sudah menggeledah sel atau kamar tahanan. Bahkan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa ganja, sabu dan peralatan isap sabu.

"Seluruh kamar tahanan sudah digeledah, kami menemukan ganja, sabu dan alat isapnya. Ada juga laptop dan benda tajam yang berhasil diamankan," lanjutnya.

Baca: Lapas Banda Aceh Rusuh

Selanjutnya, mereka yang melakukan kerusuhan masih ditahan di Mapolda Aceh. Guna penyelidikan lebih lanjut dan proses pengajuan ke pengadilan.

"Kami akan ajukan ke pengadilan karena kerusahanan yang mereka lakukan telah menimbulkan kerusakan dan kerugian," terangnya.

Ia menegaskan tidak akan melakukan evakuasi para napi, meski sejumlah ruang lapas hangus terbakar. "Situasi sudah kondusif dan normal ya. Sudah aman tidak perlu evakuasi. Mereka sudah di dalam ruang sel masing-masing," tegasnya.

Dalam kericuhan itu, tidak korban jiwa baik dari napi dan pihak sipir. Meski demikian, sejumlah ruang lapas terbakar habis.

Polisi Temukan Narkoba dalam Lapas

Bambang mengaku belum mengetahui peredaran narkoba di dalam lapas. Oleh karena itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kami masih melakukan penyelidikan, kenapa ada narkoba dalam sel. Jika memang ada pihak lapas yang terlibat maka kami akan ciduk," sebutnya.

Ia menambahkan, pihaknya menemukan sebanyak sepuluh 10 kilogram ganja dan sabu sekitar 10 paket. "Barang bukti secara pasti belum ditimbang. Tetapi ada kisaran 10 kilogram ganja dan 5 sampai 10 paket sabu," paparnya.

Ia mengingatkan pihak lapas untuk memperketat pengamanan dan mencegah peristiwa serupa terulang.

"Pihak lapas harus memperketat pengaman, tidak mudah masuk orang luar. Di sekitar juga diperketat. Sementara ini, akan dibantu pengamanan oleh Polresta Banda Aceh," pungkasnya.

Bambang juga menyebutkan tidak ada negosiasi dan kesepakatan apapun saa melakukan peninjauan ke lapas.

"Kami minta mereka menyerah diri dan tidak melakukan tindakan anarkis. Karena mereka tidak mau, lalu kami lakukan upaya kekerasan," tegasnya.




(ALB)