Kirab Satu Negeri di Bengkulu Pecahkan Rekor Jahit Bendera

   •    Minggu, 30 Sep 2018 17:37 WIB
rekor muri
Kirab Satu Negeri di Bengkulu Pecahkan Rekor Jahit Bendera
Aksi ribuan orang di Bengkulu menjahit bendera Merah Putih dalam Kirab Satu Negeri, dok: istimewa

Bengkulu: Kirab Satu Negeri memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kegiatan Menjahit Bendera Merah Putih di Bengkulu. Kegiatan itu digelar Gerakan Pemuda Ansor dan diikuti 1.945 orang di provinsi tersebut. 

“Alhamdulillah dalam dua minggu ini Kirab Satu Negeri telah meraih dua rekor MURI. Acara menjahit Bendera Merah Putih oleh 1945 orang pada hari ini kami persembahkan untuk menghormati Ibu Fatmawati atas perjuangan beliau dalam revolusi kemerdekaan Indonesia,” ungkap Abdul Rochman, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 30 September 2018. 

Kegiatan yang mengambil lokasi di halaman rumah kediaman Ibu Fatmawati, di Kota Bengkulu, ini dihadiri Sekretaris Daerah Bengkulu Nopian Andusti, Kapolda Bengkulu Brigjen Coki Manurung, Danrem, Danlanal, Kabinda, Rektor UIB, pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pimpinan OKP. Piagam Rekor diserahkan perwakilan MURI kepada Sekda Bengkulu dan Sekjen PP GP Ansor.

“Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu dan istri turut serta menjahit bendera Merah Putih bersama dengan 1945 warga yang berasal dari ibu-ibu Muslimat dan Fatayat, serta masyarakat Bengkulu dan sekitarnya,” jelas Muhammad Soleh, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Bengkulu.

Menurut Abdul Kharis Ma’mun, Koordinator Zona Sabang Kirab Satu Negeri, peserta kegiatan sengaja didatangkan dari berbagai kabupaten di provinsi Bengkulu agar seluruh masyarakat ikut terlibat dan bangga dengan momen bersejarah ini, sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda Bengkulu. 

Selain kegiatan utama menjahit bendera, acara ini juga dirangkai dengan upacara serah terima panji Merah Putih dari Sekda Bengkulu kepada Ketua PW GP Ansor Bengkulu dan doa bersama untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

“Ada keterkaitan erat antara Bengkulu dengan Sulawesi Tengah. Ibu Fatmawati yang asal Bengkulu adalah penjahit pertama Bendera Merah Putih, sementara Guru Tua yang dimakamkan di Sulawesi Tengah adalah ulama yang membuat syair setiap bangsa memiliki bendera kebanggaan. Dan bendera kebanggaan kami adalah Merah Putih,” tegas Abdul Rochman yang juga Ketua Panitia Nasional Kirab Satu Negeri.

Adung, sapaan akrab Sekjen GP Ansor, pihaknya terus melantunkan doa untuk warga Donggala, Palu, dan Sigi yang mengalami bencana gempa. Bahkan, tim Kirab Satu Negeri dari Sulawesi Tengah di tengah kondisi bencana masih berusaha meneruskan estafet kirab ke Sulawesi Barat. Meski hanya tersisa satu bendera, tim berhasil sampai di perbatasan Donggala dengan Kecamatan Sarjo, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. 

"Semoga warga Palu, Donggala, Sigi, selalu diberi ketabahan, kekuatan Allah SWT dan segera dipulihkan segala masalah yang muncul akibat bencana," pungkas Adung. 



(RRN)