Kemenkumham Periksa Lapas Lambaro

Ferdian Ananda    •    Jumat, 05 Jan 2018 16:49 WIB
kerusuhan penjara
Kemenkumham Periksa Lapas Lambaro
Aparat gabungan Polisi dan TNI mengamankan sejumlah Napi pascakerusuhan yang berlanjut pembakaran di Lembaga Permasyarakat Kelas II A Banda Aceh, di Banda Aceh, Kamis (4/1).. ANTARA FOTO/Ampelsa

Banda Aceh: Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI segera menginvestigasi dan memeriksa tahanan serta petugas sipir terkait kerusuhan Lembaga Permasyarakat Kelas II A Banda Aceh, Lambaro, Aceh Besar.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, A Yuspahruddin di Banda Aceh, menjelaskan, kerusuhan terjadi saat petugas akan memindahkan tiga orang narapidana ke Lapas Tanjung Kusta, Medan, Sumatera Utara.

"Kami akan lihat siapa yang akan terlibat di dalamnya. Untuk sementara diusahakan supaya kondisi aman dan kondusif dulu," katanya.

Baca: Napi Narkoba Picu Kerusuhan di Lapas Banda Aceh

Menurutnya, pemindahan ketiga napi itu untuk ketertiban dan keamanan. Pasalmya mereka diduga sering berada di luar tahanan.

"Sebenarnya kalapas memindahkan mereka ke Medan karena ingin menertibkan masalah yang terjadi selama ini. Namun kami tidak menyangka akhirnya bisa berujung pada kerusuhan. Langkah ke depan kita tindak secara hukum," paparnya.

Yuspahruddin menagaskan, penjagaan dan keamanan di lapas Banda Aceh akan lebih ditingkatkan. Ia meminta kepada petugas yang turut dibantu oleh pihak kepolisian guna menjaga ketat saat proses kunjungan.

"Bagi keluarga yang membesuk harus ditingkatkan pemeriksaan dan lebih hati-hati. Bahkan sebelum dan sesudah melakukan kunjungan," lanjutnya.

Sementata itu, terkait penemuan barang bukti ganja dan sabu dari kamar tahanan pascakerusuhan, Kepala Badan BPSDM Kementerian Hukum dan HAM RI Marzuki, menyebutkan pihaknya akan melakukan investigasi internal, jika ada sipil yang terlibat maka akan ditindak secara tegas.

"Komitmen kita jelas mulai dari pimpinan Menteri, Dirjen sampai dengan tingkat kantor wilayah bagi petugas yang terindikasi dengan narkoba akan di tindak tegas," terangnya

Kemenkumham RI, lanjutnya sudah mengambil kebijakan untuk menyiapkan lapas khusus bagi bandar Narkoba. Oleh karena itu, semua bandar narkoba dari setiap daerah akan dipindahkan secara khusus.

"Kami sudah siapkan tempat itu, diantaranya di Nusakambangan. Jadi semua narapidana bandar narkoba akan ditempatkan di sana," terangnya.

Marzuki berharap, pihak kepolisian dapat memeriksa siapa pelaku dan melakukan pengembangan kepemilikan narkoba, bahkan adanyan keterkaitan dengan petugas sipil.

"Kami punya kode etik dan aturan terkait dengan kepegawaian dan itu akan dipatuhi serta dilaksanakan. Sipil yang terlibat akan ditindak tegas," sambungnya.

Sebelumnya, saat proses penggeladahan berlangsung paska kerusuhan petugas kepolisian menemukan sejumlah barang bukti berupa ganja, sabu, bong, laptop, hp dan benda tajam dari kamar para tahanan.

Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Aceh, Brigjen Pol Bambang Soetjahjo, mengatakan, pihaknya telah mengamankan sebanyak 33 orang tahanan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Sebelumnya ada 7 orang yang ditahan sebagai dalang kerusuhan. Dari hasil pengembangan kemarin ada napi yang diamankan terus bertambah," jelasnya.

Hingga siang ini, lanjutnya. Polisi telah mengamankan sebanyak 14 napi lainnya terkait kepemilikan ganja dan sabu serta beberapa orang di antaranya ikut dalam aksi pengrusakan.

"Untuk keseluruhan yang telah diamankan itu berjumlah 33 orang. Hingga siang ini pemeriksaan masih terus berlangsung, dan pelaku bisa bertambah bahkan semuanya bisa ditetapkan sebagai tersangka," terangnya.

Ia menjelaskan, untuk kasus kepemilikan Narkotika ditangani langsug oleh Polda Aceh, sementara pelaku perusakan ditangani oleh pihak Mapolresta Banda Aceh. 

"Hasil pemeriksaan dari para tahanan yang sudah diamankan akan terus ditindak lanjut untuk dikembangkan. Kami tangani sesuai prosedur apakah napi maupun internal petugas Lapas," sebutnya.

Ia menegaskan kepada seluruh warga binaan di Aceh maupun Indonesia. Lanjutnya, hukum yang berlaku di luar juga berlaku di dalam tahanan. "LP ini bukan sebuah negara, negara tidak mungkin mundur, mereka berhadapan dengan negara. Bukan mereka punya negara ini tapi milik masyarakat dan kita semua," tegasnya.

Untuk beberapa hari ke depan, Bambang mengatakan, Lapas Lambaro akan dikawal ketat aparat kepolisian dari Polresta Banda Aceh.





(ALB)