45 Titik Api Terdeteksi di Aceh

Antara    •    Senin, 23 Oct 2017 11:32 WIB
kebakaran lahan dan hutan
45 Titik Api Terdeteksi di Aceh
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Meulaboh: Satelit Terra dan Aqua mendeteksi 45 titik panas di Aceh. Hal itu akibat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bergambut dalam beberapa hari terakhir.

Adapun persebarannya, 23 titik api (hotspot) di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. 22 titik api berada di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

"Untuk dua kabupaten itu (Aceh Barat dan Nagan Raya) ditemukan 45 titik api hingga Minggu malam atau pukul 22.00 WIB," katanya Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Meulaboh, Angga Yudha, Senin 23 Oktober 2017.

Angga menjelaskan, persebaran titik api di Kabupaten Aceh Barat terkonsentrasi di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Meureubo, Johan Pahlawan, Samatiga, Kaway XVI, Arongan Lambalek, Woyla Barat, Woyla Timur dan Panton Reu.

Sementara di wilayah Kabupaten Nagan Raya ditemukan pada empat kecamatan seperti Kecamatan Kuala, Tadu Raya, Beutong dan Darul Makmur, namun hingga kini data luasan total hutan dan lahan gambut yang terbakar itu belum kongkrit.

Akibat terjadi karhutla ini, di wilayah Kabupaten Aceh Barat sudah sangat terasa dampaknya, terutama asap dari karhutla sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan di lintas Meulaboh - Banda Aceh.

Terbangan asap cukup pekat terjadi di Lintasan Desa Suak Nie, Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan hingga Desa Suak Timah Kecamatan Samatiga, asap sejak dua hari terakhir masih mengepung pemukiman penduduk setempat.

Sebelumnya, Camat Kaway XVI, Khairuzzadi, menambahkan, kiat penanganan dan pengawasan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya itu bersama tim terpadu dari unsur TNI, Polri, serta masyarakat sekitar selama cuaca panas terik.

Ada area lahan yang sudah digarap oleh masyarakatnya terjadi kebakaran lahan, namun tidak diketahui pasti penyebabnya apakah sengaja dibakar, ataupun api terpantik dengan sendirinya disuasana cuaca panas terik itu.

Adapun kawasan yang terus dilakukan penangganan berupa pemadaman secara manual kebakaran seperti di wilayah hutan Desa Simpang dan Peunia, Kecamatan Kaway XVI, luasan area bergambut yang terbakar di daerah itu dilaporkan kian meluas.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Beni Hardi, menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan dan pemantauan untuk melakukan upaya pemadaman bencana alam tersebut.

"Kami sesaat lagi akan rapat dengan semua unsur terkait di Kantor Bupati Aceh Barat, nanti setelah itu baru kita akan melakukan operasi kawasan mana yang prioritas untuk penangganan secepatnya," ujar Beni Hardi.



(ALB)