Jarak Pandang di Rengat 100 Meter, Satelit BMKG Blank

Antara    •    Selasa, 30 Aug 2016 10:23 WIB
kabut asap
Jarak Pandang di Rengat 100 Meter, Satelit BMKG <i>Blank</i>
Foto ilustrasi. (Ant/Irwansyah Putra)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, jarak pandang di Kecamatan Rengat, sebagai ibu kota Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau terpantau pagi ini terbatas cuma sekitar 100 meter.

"Di Rengat, fog (kabut). Tetapi bukan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejumlah daerah di Riau," terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, di Pekanbaru, Selasa.

Ia menjelaskan, kabut tebal putih disebut juga embun karena mengandung butiran-butiran air. Proses pembentukan terjadi dini hari.

Kabut uap air tersebut berada dekat permukaan tanah karena berkondensasi. Kabut mirip awan dengan kelembaban udara hanya 80 persen atau di bawah rata-rata.

"Fog akan hilang dengan sendirinya bila kena sinar matahari," katanya.

Slamet berujar, untuk jarak pada daerah lain seperti wilayah Pekanbaru berkisar tiga kilometer (km), Pelalawan lima km dan Dumai kemarin ditutupi kabut asap karhutla Rokan Hilir sudah jauh lebih, baik sekitar enam km.

Membaiknya jarak pandang di tengah terjadinya karhutla di Riau karena turun hujan pada sore, malam atau dini hari. Seperti di Pelalawan 60,5 milimeter (mm), Dumai 22,4 mm, Pekanbaru 6,5 mm, Tembilahan di Indragiri Hilir 3,8 mm dan Koto Kampar di Kampar 0,2 mm.

"Untuk titik panas pagi ini di Sumatera dinyatakan, nihil. Begitu juga dengan wilayah di Riau, karena satelit alami blank area (tidak dapat memantau)," katanya.

Sejak pagi pukul 7.00 Wib, terlihat helikopter lalu lalang di kawasan Panam, Kota Pekanbaru atau berbatasan dengan Kabupaten Kampar untuk memadamkan titik api di Desa Rimbo Panjang sekitar 10 hektare.

"Lumayan luas juga. Sekitar 10 hektare, mungkin ada," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kampar, Muhammad Nasir.

Komandan Satuan Tugas Udara Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsekal Pertama Henri Alfiandi telah menugaskan seluruh helikopter untuk melakukan pengebobam air.

"Bila Rimbo Panjang terbakar, asapnya ke Kota Pekanbaru. Jadi, harus kita tuntaskan (padamkan)," tegasnya.


(SAN)