Batam Mencekam, Ini Wejangan TNI

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 12 Nov 2016 10:19 WIB
unjuk rasa
Batam Mencekam, Ini Wejangan TNI
Ricuh saat eksekusi rumah di Batam. Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar

Metrotvnews.com, Batam: Maraknya aksi unjuk rasa di Kota Batam, Kepulauan Riau, belakangan ini menjadi perhatian jajaran TNI. Komandan Kodim 0316 Batam Letkol Andreas Nanang menyerukan semua pihak menjaga kondusivitas Batam sebagai kawasan industri ternama di Asia Tenggara. 

"Aksi unjuk rasa marak terjadi akhir-akhir ini. Kalau sudah massa yang kumpul, rawan disusupi pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan situasi. Hal ini tak menutup kemungkinan bisa terjadi di Batam," tegas Andreas di hadapan jajaran TNI, Polri, ormas, LSM, dan mahasiswa, di Batam, Jumat malam (11/11/2016).

Pihaknya menyerukan kepada seluruh masyarakat Batam mewaspadai adanya upaya-upaya pihak tertentu yang mencoba mengacaukan situasi dan memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa. 

Seperti diketahui, rasa keamanan masyarakat di Batam akhir-akhir ini sedikit terusik oleh adanya beberapa kejadian dan demonstrasi sekelompok masyarakat menuntut pemerintah mencabut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 148/2016 soal kenaikan tarif sewa lahan di Batam. 

Demonstrasi itu sudah mulai terlihat sejak sepekan terakhir. Secara bergiliran elemen masyarakat menyampaikan aspirasinya ke Badan Pengusahaan (BP) Batam mendesak mencabut PMK 148/2016. Gelombang aksi akan berlanjut pada 14, 15, dan 16 November mendatang oleh sekelompok ormas, LSM, buruh, dan paguyuban yang menyerukan agar seluruh aktivitas bisnis dihentikan dan turut mendukung aksi massa. 

"Seruan seperti itu jangan sampai terjadi. Kami minta masyarakat beraktivitas seperti biasa. Serahkan masalah pengamanan kepada kepolisian dan jajaran TNI," kata Andreas.


Dandim 0316 Batam Letkol Andreas Nanang saat memaparkan potensi ancaman, di Batam, Jumat (11/11/2016).

Di luar aksi unjuk rasa elemen masyarakat, warga Batam juga dikejutkan oleh aksi pembakaran 18 rumah di Bengkong Sadai. Masyarakat yang menjadi korban harus terusir dari rumahnya. Masalah itu dipicu keputusan eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam. 

Baca: Eksekusi Ratusan Rumah di Batam Ricuh

Beruntung polisi sigap dan menangkap 4 orang diduga provokator. Polisi juga menyita sekira 400 bom molotov di rumah seorang warga. 

"Kami langsung memproses empat orang tersebut, ada yang sudah ditetapkan tersangka," tambah Wakapolresta Batam AKBP Hengki yang turut hadir dalam Silaturahmi TNI-Polri dengan ormas, LSM, pemuda dan mahasiswa. 

Hengki meminta masyarakat Batam tetap tenang. Jangan terprovokasi oleh aksi-aksi yang bisa menimbulkan kegaduhan, seperti seruan menutup toko saat aksi unjuk rasa 14, 15, dan 16 November nanti. 

"Kami meminta agar toko-toko tetap buka, usaha dan bisnis tetap jalan. Demikian halnya aktivitas di pelabuhan dan bandara juga tetap berjalan seperti biasa. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkeliaran di luar," katanya. 

Selain dua kejadian itu, akhir-akhir ini ribuan buruh juga turun ke jalan menuntut kenaikan upah untuk tahun 2017. Pembahasan mengenai upah saat ini masih dibahas oleh Dewan Pengupahan Kota Batam. 

"Ada banyak permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini di Batam, jadi kami minta agar bersama-sama menciptakan kondusivitas di Batam," ujarnya.


(UWA)