Ramadhan Pohan Siap Mati Jika Lakukan Penipuan

Farida Noris    •    Kamis, 07 Sep 2017 17:02 WIB
ramadhan pohan
Ramadhan Pohan Siap Mati Jika Lakukan Penipuan
Terdakwa kasus dugaan penipuan Ramadhan Pohan mendengarkan tuntutan jaksa. MTVN/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Ramadhan Pohan menyatakan tuntutan tiga tahun penjara yang dijatuhkan padanya tidak sesuai dengan fakta persidangan. Terdakwa kasus dugaan penipuan itu mengaku siap dicabut nyawanya jika memang melakukan penipuan senilai Rp15,3 miliar.

"Saya puasa hari ini. Saya siap dicabut nyawa saya oleh Allah saat ini juga apabila memang ada kwitansi itu. Kalau itu saya tandatangani, saya ikhlas dicabut nyawa saya oleh Allah. Tapi kalau tidak, saya berharap sebaliknya," ucap Ramadhan Pohan usai persidangan di Ruang Utama Gedung Pengadilan Negeri Medan, Kamis 7 September 2017. 

Mantan calon Walikota Medan itu menyebutkan tuntutan yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Emmy SH tak berdasar. Terlebih lagi dia mengaku tidak pernah menerima uang satu rupiah pun.

"Soal uang yang diserahkan mereka, kan sudah sangat jelas saya tidak ada di Medan. Tapi disebutkan saya di Medan saat penyerahan uang itu. Satu rupiah pun saya tidak ada terima uang. Ini tuduhan keji buat saya. Secara logika, ini tidak masuk akal," urainya.

Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat  itu malah menyalahkan Savita Linda Hora Panjaitan soal uang sebesar Rp15,3 miliar itu. Menurutnya masalah peminjaman uang itu urusan Linda bersama Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar.

"Itu antara pihak Linda dan mereka yang sudah bekerja sama. Saya baru kenal sama mereka. Masuk akal enggak, ada orang yang berikan utangan. Saya kira konglomerat mana pun tidak akan semudah itu memberikan uang jika tidak ada jaminan. Jadi arahnya itu sebenarnya Linda," kata dia.

Namun Ramadhan mengaku tetap menghargai tuntutan itu. Ia berharap majelis hakim yang menangani perkara ini mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan maupun pledoi mereka nantinya.

"Saya yakin, hakim masih mempunyai integritas. Nanti akan saya sampaikan nota pembelaan," ujarnya.

Sebelumnya JPU menuntut Ramadhan Pohan tiga tahun penjara dengan perintah penahanan. Dia dianggap bersalah melakukan tindak pidana penipuan terhadap Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar senilai Rp 15,3 miliar.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik, JPU juga meminta kepada majelis hakim agar mantan calon Walikota Medan itu dilakukan penahanan. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 378 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1, juncto Pasal 65 Ayat (1) ke-1 KHUPidana.


(ALB)