BNNP Kepri Sita 21,5 Kg Sabu asal Malaysia

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 15 May 2017 12:19 WIB
kurir sabu
BNNP Kepri Sita 21,5 Kg Sabu asal Malaysia
Kepala BNNP Kepri Kombes Nixon Manurung memperlihatkan sabu yang disita dari tiga tersangka, di Markas BNNP Kepri, Senin 15 Mei 2017. (Metrotvnews.com/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) menangkap tiga anggota sindikat narkoba internasional, S, 53, AH, 32, dan JS, 24. Ketiganya ditangkap saat menyelundupkan 21,5 kg sabu ke Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri, Sabtu, 13 Mei 2017.

Kepala BNNP Kepri Kombes Nixon Manurung mengatakan, sabu asal Johor, Malaysia, tersebut disamarkan para pelaku dengan cara memasukkan paket sabu ke dalam 20 bungkus plastik bening.

"Plastik yang digunakan yakni plastik kemasan susu, teh, dan mi instan. Ketiganya mengaku sabu tersebut dipesan oleh bandar narkoba di Madura, Jawa Timur," ungkap Nixon di Markas BNNP Kepri, Senin, 15 Mei 2017.

Ia menambahkan, bandar tersebut memerintahkan tersangka S dan AH menjemput sabu tersebut pada seorang laki-laki berinisial SF di Tanjungbalai Karimun.

Ketika barang itu berhasil dijemput oleh dua tersangka, tepatnya di lorong salah satu hotel di Karimun, kata Nixon, SF melarikan diri. "Dia kami tetapkan sebagai DPO," ujarnya.

Adapun JS merupakan tersangka yang selama ini menemani SF melakukan transaksi narkoba di Tanjungbalai Karimun. "JS berhasil kami tangkap hasil pengembangan dari dua pelaku lainnya, ketiganya masih satu sindikat," ujarnya.

Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP Kepri AKBP Bubung P menambahkan, rencananya sabu tersebut akan dibawa tersangka S dan AH ke Madura untuk diedarkan di sana.

"Pelaku S dan AH mengaku mendapatkan upah masing-masing Rp50 juta dan Rp20 juta sebagai kurir. Upah akan diberikan sesampainya barang tersebut di Madura," kata Bubung.

Ia menjelaskan, jalur narkoba tersebut masuk dari Malaysia ke Karimun, kemudian akan dibawa ke Kuala Tungkal, Jambi. Dari Jambi, sabu tersebut diangkut menggunakan transportasi darat menuju Surabaya dan diteruskan ke Madura.

"Atas perbuatannya, tersangka S, AH, dan JS dikenakan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup," kata Bubung.


(SAN)