Polda Sumut Terapkan Pengamanan Maksimal

Budi Warsito    •    Rabu, 28 Jun 2017 08:15 WIB
terorisme
Polda Sumut Terapkan Pengamanan Maksimal
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Rycko Amelza Dahniel. Foto: MTVN/Budi Warsito.

Metrotvnews.com, Medan: Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Rycko Amelza Dahniel memberlakukan sistem keamanan maksimum terhadap seluruh markas kepolisian. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi adanya aksi lanjutan yang dilakukan kelompok radikal.

Menurut dia, upaya antisipasi tersebut dilakukan karena para pelaku penyerangan pada Minggu, 26 Juni 2017, menjadikan personel Kepolisian dan markas kepolisian sebagai sasaran. Seluruh polisi pun diminta waspada.

"Sistem pengamanan yang dilakukan saat personel di lapangan, kemudian terhadap Mapolda, markas-markas kepolisian, pos-pos polisi, serta aspol.  Telah diberlakukan sistem pertahanan maximum security," ungkap Irjen Rycko Amleza didampingi Kabid Humas Kombes Rina Sari Ginting, Dansat Brimob Kombes Zulfikar, Dir Pam Obvit Kombes Hery Subiansauri dan pejabat lainnya di Mako Brimob Polda Sumut, Selasa, 27 Juni 2017 sore.

Menurut dia, pengamanan maksimal yang diberlakukan tidak hanya sekedar menambah jumlah personel yang siaga. Pihaknya juga menambah jumlah peralatan yang digunakan.  Peningkatan pengamanan yang dilakukan akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Kita akan terus melakukan evaluasi dan supervisi, sistem keamanan yang ada di jajaran Polda Sumatera Utara," pungkas dia.

Penjagaan ketat saat ini diterapkan di Mapolda Sumut, Mako Brimob, bahkan Rumah Dinas Kapolda Sumut. Jumlah personel yang berjaga dengan senjata laras panjang pun diperbanyak. Setiap orang yang masuk diperiksa dan harus menunjukkan tanda pengenal.

Baca: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyerangan Polda Sumut

Seperti diketahui, polisi di pos jaga Polda Sumut diserang pada 03.00 WIB, Minggu, 25 Juni 2017. Aiptu M. Sigalingging meninggal dunia dalam insiden itu. Sementara itu, seorang pelaku AR tewas dan seorang pelaku lainnya, SP, kritis.

SP kini masih dalam perawatan.‎ ‎Dari kediamannya, polisi menyita beberapa barang bukti seperti dokumen, buku, cakram, VCD dan pisau yang sama dengan yang digunakan pelaku.

Sampai saat ini, 17 orang sudah diamankan tim gabungan Polda Sumut dan Densus 88 terkait penyerangan ini. Dari 17 orang itu, 12 di antaranya saksi, dan empat orang lainnya merupakan tersangka SP, AR (meninggal dunia), B dan FPY. 




(OGI)